Kapal Pesiar Le Soleal Singgahi Pantai Ngurbloat

Langgur, MalukuPost.com – Kapal Pesiar Le Soleal dari Australia singgahi Pantai Ngurbloat, Selasa (27/9/2022).

Sebanyak 188 turis dari berbagai negara berkesempatan mengunjungi dan menikmati keindahan destinasi wisata Pantai Pasir Terhalus Dunia, di Ohoi/Desa Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.

Kapal Pesiar asal Perancis yang berbasis di Darwin Australia itu membawa 188 turis asing dari berbagai negara dalam ekspedisi ke Indonesia.

Selama kurang lebih tiga jam, para wisatawan tersebut menikmati keindahan Ngurbloat.

Selain itu, mereka juga membelanjakan dollar mereka untuk menikmati berbagai kuliner yang disuguhkan masyarakat, pelaku usaha pariwisata.

Ketua Badan Pengelola Wisata Pantai Ngurbloat Ronald Tethool menambahkan, pendapatan dari kunjungan itu berasal dari ngasi, retribusi per orang 1 dollar, penjualan kelapa muda, dan tari-tarian penyambutan.

“Kita juga siapkan oleh-oleh, kerajinan dan kaos wisata Ngurbloat. Mereka senang dan ada sebagian yang beli,” kata Ronald.

Diakui Ronald, kedatangan kapal pesiar mewah bersama ratusan turis secara tiba-tiba.

Untuk itu, pihaknya berkomitmen akan melakukan persiapan lebih matang untuk menyambut kunjungan-kunjungan berikutnya.

“Kita sangat bersukacita. Sangat senang sekali. Bersyukur kepada Tuhan. Ini bagi kami suatu berkat,” ujar Tethool.

Komitmen yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Ana Yunus.

Menurut Ana, ada banyak kapal turis yang berpeluang masuk di Ngurbloat.

Ana mengatakan, kedatangan kapal pesiar mewah dan megah sekelas Le Soleal ini merupakan pengalaman pertama baginya sejak menjabat Kepala Dinas Pariwisata.

“Kedepan nanti akan menetapkan tarif yang layak bagi kunjungan wisatawan mancanegara di Malra. Oktober ada lagi kapal pesiar yang masuk. Kami menargetkan minimal satu kapal dalam sebulan masuk di sini,” tandas Ana.

Sementara itu, kepada awak media, Pemimpin Ekspedisi Sandrine Erwin-Rose mengaku jatuh cinta dengan Ngurbloat.

Ini baru pertama kali aktivis lingkungan itu mengunjungi Kepulauan Kei, khususnya Ngurbloat.

Menurutnya, rencana ke Kepulauan Kei juga datang di menit-menit akhir persiapan perjalanan. Namun, ia puas, karena dua hari perjalanan dari Australia terbayar di Kei.

“Ini sangat luar biasa. Kami menikmati sore yang indah di sini. Kami mendapat sambutan hangat dari penduduk setempat. Kami menikmati waktu yang sangat indah. Apalagi ada suguhan tarian dari warga di sini. Rombongan turis semuanya sangat terkesan, sekalipun waktu kunjungan sangat singkat. Terima kasih sudah menerima kami,” ujar Sandrine kepada wartawan MalukuPost.com dan Suara Damai.com disela-sela kunjungan tersebut.

Diakui Sandrine, kunjungan ini terlalu singkat. Ia harap datang lebih awal dan tinggal lebih lama di Kei.

“Berharap kedepan kita merencanakan dengan baik dan benar-benar memanfaatkan kunjungan di sini lebih baik,” tambah Sandrine.

Pos terkait