Kunjungi PT. SIS, Wujud Jokowi Dukung Pengolahan Ikan Di Tual

Tual, MalukuPost.com – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta sejumlah menteri melakukan kunjungan kerja Unit Pelayanan Ikan pada PT Samudera Indo Sejahtera (SIS) di Kota Tual, Rabu (14/9).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan rombongan mengelilingi pabrik itu sambil melihat karyawan dan karyawati PT SIS mengolah ikan-ikan segar hasil tangkapan dari perairan Maluku.

Selain itu, Presiden juga berdialog dengan nelayan dan pembudi daya rumput laut terkait prospek tangkapan hasil laut di Maluku.  Hasilnya, produksi tangkapan ikan masih bisa ditingkatkan lagi.

COO PT. Samudera Indo Sejahtera Arif Wijaya Siswanto yang mendampingi Presiden saat kunjungan ke pabrik tersebut menjelaskan. PT SIS saat ini masih beroperasi sangat minim di bawah kapasitas maksimal, dimana memiliki ABF 80 ton (24 jam) dan CS 1.200 ton. Sebenarnya masih bisa ditingkatkan.

“Jumlah tangkapan nelayan lokal belum memenuhi kapasitas industri PT. SIS. Kami sangat mengharapkan dukungan dari Bapak Presiden terkait pengesahan peraturan pemerintah Penangkapan Ikan Terukur KKP yang mewajibkan kapal perikanan melakukan pendaratan ikan di Pelabuhan Pangkalan sekitar daerah penangkapan ikan,” ungkap Arif dalam press rrilisnya yang diterima MalukuPost.com, Selasa (20/9/2022).

Arif mengatakan, dengan adanya bahan baku kemaritiman khususnya bidang perikanan yang melimpah, akan menciptakan smelter maritim/food estate maritim yang akan membantu terwujudnya ketahanan pangan kemaritiman, penyerapan tenaga kerja, mendatangkan investasi kemaritiman di Indonesia Timur, terciptanya industri pertambahan nilai di Indonesia Timur di antaranya fillet ikan, loin tuna, surimi, fishmeal, pengalengan ikan, dockyard, shipyard, pabrik karagenan (hasil turunan rumput laut Eucheuma Cottoni) dan sebagainya.

“Diiharapkan juga bisa dilakukan ekspor Langsung (Direct Call) ke negara pasar tujuan ekspor, karena akan menurunkan biaya logistik transportasi. Adanya efisiensi biaya transportasi dapat digunakan untuk meningkatkan harga beli dari nelayan lokal ataupun kapal kapal perikanan berukuran besar. Selain itu juga bisa dilakukan pengembangan perikanan budidaya di Indonesia,” tutur Arif.

Menyangkut penggunaan ahli penangkapan ikan luar negeri (fishing master) di kapal perikanan berbendera Indonesia tidak perlu terlalu di permasalahkan selama ikan didaratkan di Pelabuhan Pangkalan.

Menurut Arif, hal ini dapat memberikan multiplier effect kepada ekonomi lokal mulai dari usaha bongkar muat, prosesing, penyediaan logistik supply hasil pertanian/ perkebunan ke atas kapal.

“PT SIS sumber daya nasional sebagai aset ekonomi harus diperkenalkan karena  harus didukung sebagai penggerak ekonomi di Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara,” jelasnya.

Untuk diketahui, kehadiran PT. SIS  sebagai salah satu perikanan terbesar di Kawasan Timur Indonesia, menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Kota Tual  khususnya mensejaterahkan para nelayan  tradisional, dalam rangka meningkatkan taraf hidup keluarga dan membangkitkan perekonomian.

PT. SIS juga memiliki nelayan binaan sebagai pemasok ikan ke pabrik. Bagi nelayan mitra, ini  sangat menguntungkan nelayan karena sudah ada pasar yang menyerapnya.

“PT. SIS sudah sering bermitra dengan berbagai pihak. Sebut saja dengan Kodam XVI Pattimura yang pada awal 2022 dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan pada sektor perikanan. Kodam XVI Pattimura menggandeng PT. SIS  untuk bekerja sama, guna mengatasi masalah yang selama ini dihadapi nelayan di wilayah Tual, dengan membeli dan menampung seluruh hasil tangkapan para nelayan,” jelas Arif..

Dengan memiliki sarana dan prasarana yang memadai, Kodam XVI Pattimura mengajak kerja sama dengan PT. SIS untuk membantu para nelayan yang ada di Kota Tual.

“Kami berharap, dengan berjalannya program ini, semakin banyak nelayan dapat meningkatkan taraf ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” pungkas Arif.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam kunjungan tersebut adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perikanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Maluku Murad Ismail, Wali Kota Tual Adam Rahayaan, Wakil Wali Kota Usman Tamnge, dan Sekda setempat.

Pos terkait