Saumlaki, MalukuPost.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Maluku, Elwen Roy Pattiasina menyatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Demokrat menerbitkan Surat Keputusan (SK) pergantian pimpinan DPRD kabupaten Kepulauan Tanimbar karena adanya proses usulan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2021.
“Proses pergantian ini sudah sejak 2021 dimana Jaflaun membuat beberapa kesalahan kemudian Badan Kehormatan DPC memeriksa yang bersangkutan dan ketua DPC saat itu mengirimkan surat ke DPD. Setelah surat tiba kami DPD rapat dan meminta DPC melakukan pembinaan tetapi kemudian ada hal-hal lagi yang dibuat oleh Jaflaun maka ketua DPC yang lama membuat surat lagi ke DPD bahwa yang bersangkutan kelihatannya tidak mau dibina,” ungkapnya di Saumlaki, Kamis (29/09/2022).
Dijelaskan Elwen, selain itu muncul lagi mosi tidak percaya oleh anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar terhadap kepemimpinan Jaflaun, hingga adanya aksi anggota DPRD keluar ruang sidang. Karena itu, DPC kembali menyurati pimpinan DPD dan setelah melalui mekanisme internal partai hingga ke pusat maka DPP menyetujui usulan tersebut.
“Setelah Muscab, saya ditelpon oleh DPP bahwa proses pergantian ketua DPRD itu sudah disetujui oleh DPP. Kemudian, saya dan DDR dipanggil ke DPP untuk proses interview dan setelah itu DPP mengeluarkan surat keputusan yang ditandatangani oleh Ketum dan Sekjend pada bulan Agustus kemarin tentang persetujuan pergantian Jaflaun dari jabatannya sebagai ketua DPRD kabupaten Kepulauan Tanimbar dan diganti oleh DDR,” bebernya.
Elwen menegaskan, proses itu telah berjalan secara prosedural dan tanpa ada permainan politik seperti yang santer diisukan oleh pihak tertentu. Dengan begitu, dia meminta semua pihak untuk menghormati keputusan partai.
“Pesan saya kepada DDR adalah jangan sombong dan tetap rendah hati, jangan jabatan merubah saudara melainkan saudara harus merubah jabatan, dalam pemahaman bahwa saat menjadi ketua DPRD, jangan tunjukan diri bahwa ini saya melainkan saya tetap ada sebagaimana saya ada. Kemudian, tetap berdiri di atas kepentingan masyarakat,” tandasnya sembari menambahkan jikalau DDR melakukan hal yang sama dan melakukan kesalahan seperti yang dilakukan oleh Jaflaun maka pasti akan diganti lagi dengan kader Demokrat yang lain.


