Kodim 1507/Saumlaki Gelar Serbuan Stunting Di Pulau Terluar Kepulauan Tanimbar

Saumlaki, MalukuPost.com – Personil Komando Distrik Militer (Kodim) 1507/Saumlaki kembali membantu penanganan kasus kekerdilan pada anak melalui Serbuan Stunting di pulau Larat, kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, salah satu pulau terluar NKRI yang berbatasan laut dengan Australia.

Kegiatan yang sama juga dilakukan di pulau Matakus, yang berada diantara dua pulau terluar yaitu pulau Asutubun dan pulau Selaru. Pelaksanaan Serbuan Stunting di kota Larat dilaksanakan di aula Koramil 1507-01, sementara di Matakus, digelar di balai kreatif.

Berdasarkan pantauan, Kodim 1507/Saumlaki berkolaborasi dengan Puskesmas Saumlaki dan Puskesmas Larat memberikan makanan tambahan bagi anak yang mengalami kekerdilan seperti susu, bubur ayam, wortel dan sayur kelor.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penyuluhan oleh kepala Puskesmas Saumlaki dan perwakilan BKKBN provinsi Maluku di Matakus, sementara di Larat, pelayanannya dilakukan oleh KTU Puskesmas Larat beserta tim yang dikoordinir oleh pelaksana tugas Danramil 1507-01, Sersan mayor Pius Melsasail beserta Ketua Persit Ranting 02 Larat Ny.Pius Melsasail.

Komandan Kodim 1507/Saumlaki, Letkol Inf Didik Teguh Waluyo menyatakan penyuluhan keehatan dilakukan bagi para ibu hamil berisiko dan orang tua dari anak stunting dengan materi perilaku hidup bersih dan sehat, bahaya dan pencegahan stunting serta pentingnya keluarga sehat untuk generasi yang sehat.

“Kalau di Matakus ini ada 25 anak balita stunting dan 3 orang ibu hamil yang kita layani, sementara di Larat, ada 25 anak dari dari dua desa yakni desa Ritabel dan Desa Ridol. Pelaksanaan serbuan stunting hari ini dilakukan pada waktu yang sama, yaitu pada pukul 10:00 WIT,” ujarnya di Matakus, Selasa (11/10/2022).

Didik katakan, pelaksanaan kegiatan serbuan stunting tersebut merupakan kegiatan lanjutan yang telah dilakukan setelah HUT TNI ke-77 tahun 2022.

“Kami akan membantu semaksimal mungkin untuk mengurangi bahkan mengehentikan angka stunting di daerah ini, khususnya di pulau terluar,” ungkapnya.

Didik mengimbau warga yang mengikuti sosialisasi agar lebih meningkatkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, memberikan makanan sehat dan bergizi sehingga pertumbuhan anak terus membaik.

“Anak adalah generasi masa depan pengganti kita. Kita perlu siapkan mereka dengan kesehatan yang baik. Makan kenyang dan sehat itu tidak harus mahal-mahal. Ada ikan, dan sayur mayur yang bergizi seperti kelor yang mudah diperoleh,” tegasnya

Kepala Puskesmas Saumlaki, Apolonia Fenanlampir mengakui tim medis terkendala dalam pelayanan di pulau Matakus karena jangkauan wilayah yang harus ditempuh dengan transportasi laut, sementara motor cepat milik Puskesmas Saumlaki sedang dalam kondisi rusak berat.

“Matakus adalah wilayah kerja saya yang tersulit karena di pulau sendiri, sehingga kami senang karena ada kerjasama dengan Kodim 1507/Saumlaki,” katanya sembari berharap, kerjasama itu akan membantu menurunkan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Saumlaki dan mencegah semakin bertambahnya jumlah kekerdilan di waktu mendatang.

Irma Fitri, salah satu tim Satgas penurunan stunting dari BKKBN provinsi Maluku yang hadir saat itu memberikan materi tentang “4 Terlalu” bagi masyarakat Matakus berupa larangan bagi masyarakat untuk tidak terlalu muda melahirkan atau nikah muda, tidak menikah di usia tua atau terlalu tua, tidak terlalu dekat jarak kehamilan, tidak terlalu banyak anak.

Kepala Desa Matakus, Fredi Turalely berterima kasih kepada pimpinan TNI AD yang peduli dengan kondisi kesehatan dan masa depan anak di desanya.

Pos terkait