Aparat Kepolisian Diminta Tegas Tangkap Pemicu Konflik Antar Warga

Ambon, MalukuPost.com – Aparat kepolisian bersikap tegas dengan menangkap pihak-pihak yang diduga menjadi pemicu terjadinya konflik antar warga Ohoi (Desa) Bombay dan Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

“Siapa yang bersalah, awal kriminalnya ya harus ditindak. Nanti kalau misalnya kita penyelesaian adat dan lain-lain, tapi kalau penyelesaian adat saja tanpa penyelesaian hukum agak susah,” kata Bupati Malra M. Thaher Hanubun di Ambon, Senin (21/11/2022).

bupati menjelaskan, saat melakukan verifikasi langsung di daerah konflik, tuntutan paling banyak dari masyarakat adalah soal penegakan hukum.

“Jadi, saya minta dukungan aparat terutama polisi supaya proses hukum pihak-pihak dan siapa saja yang memang dianggap bersalah. Proses dulu, baru kita buat pemulihan,” tandasnya.

Menurut Bupati, pemulihan untuk pembangunan kembali sarana prasarana yang rusak terdampak konflik antarwarga akan dilaporkan kepada gubernur dan kementerian terkait.

ia menegaskan, bahwa bukan pembangunan intinya, namun masyarakat menyadari masalah kriminal harus diproses.

“Semua kalau diproses hukum, semuanya harus menerima itu. Jangan ada pihak-pihak lain mencampuri lagi masuk ke wilayah-wilayah itu,” kata Bupati.

Bupati Hanubun menjelaskan, saat ini kondisi di wilayah konflik sudah aman dan kondusif, setelah aparat TNI dan Polri melakukan pengamanan di daerah tersebut, diaman ada kurang lebih 420-an personel TNI-Polri di Kei Besar.

Ia berharap, selain pengamanan, ada juga sosialisasi dari aparat kepolisian kepada masyarakat, terutama dua ohoi yang bermasalah, yakni Bombay dan Elat.

“Supaya kalau memang ada yang salah, kriminal murni, ya proses dulu, baru kita bikin cara penyelesaian lainnya,” terang Bupati.

Diungkapka Bupati, Pemkab Malra telah mendata bangunan sekolah yang rusak akibat konflik yang terjadi pada 12 November 2022.

“Sebentar lagi mau ujian, jadi kita pasti bicara dengan masyarakatnya untuk kita pindahkan dulu sekolah ke tempat lain dan itu akan jadi tanggung jawab pemerintah daerah. Mereka yang luka diobati, semua tanggung jawab pemerintah daerah,” pungkasnya.

Pos terkait