Ambon, MalukuPost.com – Chief Executive Officer (CEO) PT. Tasageoby Group Mr. Stuart Townley Janes menuturkan, akan menanamkan investasi sebesar USD 250 juta untuk empat area minat utama yaitu di bidang perikanan, pertanian, pariwisata dan perhotelan, serta transportasi di Maluku.
“Pada tahap awal ini, Tasageoby Group fokus pada bidang transportasi melalui anak perusahaannya, Tasageoby Logistics dengan IndoWIG sebagai ujung tombaknya, selaku pengguna akhir dan operator kapal terbang teknologi WIG,” ungkapnya di Ambon, Senin (21/11/2022).
Menurut Stuart, Tasageoby Group sendiri telah ditunjuk sebagai agen non eksklusif, untuk kapal terbang WIG produksi ARON Flying Ship asal Korea Selatan untuk dipromosikan dan menemukan pembeli bagi produk mereka di Indonesia. Terkait hal tersebut, pihaknya dari Tasageoby Group sudah melakukan pertemuan, dengan berbagai pihak terkait di Jakarta maupun di Ambon, untuk pengembangan teknologi kapal terbang WIG Craft ini.
“Pak Gubernur Maluku, Murad Ismail sangat menyambut baik rencana investasi kami, terutama terkait kapal terbang WIG, yang diharapkan bisa membantu akses transportasi, untuk menghubungkan wilayah-wilayah di Maluku, yang sulit akses transportasinya,” bebernya.
Communication Manager PT. Tasageoby Group, Zairin Salampessy, menyatakan Gubernur Maluku sempat bertemu langsung dengan CEO dan President Aron Flying Ship Ltd Mr. Hyun Wook Cho, serta Director Global Sales & Marketing Aron Flying Ship Ltd Mr. Conrad Parker.
“Pada pertemuan di Juni 2022 ini, kepada Gubernur Murad, Mr. Cho menyampaikan hasil kunjungannya ke Kota Ambon dan Masohi, bersama pihak Tasageoby Group yang sementara berinvestasi untuk mengembangkan akses transportasi di Maluku, dengan membeli kapal terbang berteknologi WIG produksi Aron,” ucapnya.
Dijelaskan Zairin, kedatangan pihak Aron ke Maluku difasilitasi langsung oleh Tasageoby Group, terkait kolaborasi kedua pihak untuk bersama membangun training centre di Maluku, tepatnya di Kota Masohi, yang bukan saja berguna bagi Maluku tapi juga untuk Indonesia.
“Training center untuk crew WIG Craft ini merupakan satu-satunya di dunia, di luar Korea Selatan. Itu artinya setiap pembeli kapal terbang WIG, dari mana pun di dunia, crew dan teknisinya akan dilatih secara khusus pada training center yang ada di Maluku,” tandasnya.
Menurut Zairin, Mr. Cho sendiri sudah langsung datang ke calon lokasi training center di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dan mengaku merasa puas dan menyebut lahan yang tersedia the best untuk membangun pusat pelatihan.
“Hasil kunjungan ini disampaikan Mr. Cho kepada pak gubernur. Termasuk rencana Tasageoby untuk membangun pelabuhan atau WIG Port di Kota Ambon dan Masohi yang sangat direspon dengan positif dan antusias oleh Pak Gubernur Murad,” bebernya.
Zairin katakan, Mr. Cho juga menyampaikan keinginannya untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah Maluku.
“Semua ini karena dukungan Gubernur Murad dalam memberikan kemudahan dalam berinvestasi, yang membuat mereka dari Aron Flying Ship sangat antusias, termasuk keinginan mengembangkan pariwisata di Maluku yang dianggap punya banyak potensi,” sembari menambahkan kedepannya pariwisata berkembang dengan baik maka pihak Aron berusaha mengupayakan kerjasama untuk membuka akses penerbangan langsung dari Korea ke Ambon.


