Astaga!! Pemerintah Desa Allang Diduga Sunat Uang BLT

Ambon, MalukuPost.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah diduga memotong dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Salah satu penerima BLT, Buce Huwae menyatakan pemotongan bantuan sosial menggunakan anggaran Dana Desa (DD) yang diperuntukan untuk masyarakat miskin itu diduga kuat dilakukan oleh salah satu perangkat Desa, Glen Hehanusa.

“Nominal yang dipotong pun terbilang cukup besar Rp300.000, dari dari total yang diterima setiap tiga bulan sekali sebesar Rp900.000m” ujarnya saat dikonfirmasi di Ambon, Selasa (01/11/2022).

Menurut Huwae, Pemdes berdalih pemotongan BLT dilakukan untuk pembuatan sertifikat rumah. Namun kenyataanya, tiga bulan pasca dipotong BLT Agustus lalu, hingga kini belum juga dilakukan pengukuran tanah.

“Pemotongan BLT dengan alasan untuk membuat sertifikat tanah rumah. Namun kenyataannya sampai saat ini belum dilakukan pengukuran,”ungkapnya.

Huwae mengaku sudah mempertanyakan hal ini ke pemerintah Desa, namun terkesan diputar-putar tanpa ada kejelasan pasti.

“Sebulan lalu saya sudah dua kali ke Pemerintah Desa, kata mereka dari pertanahan sudah datang tapi saya tidak ada. Seharusnya kalau mau datang harus koordinasi. Saya ke Pemdes namun terkesan diputar-putar. Saya katakan sudah uang Rp300.000 itu kalian ambel saja,”bebernya.

Huwae juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran BLT di Negeri Allang. Hal itu dimaksudkan agar program BLT dapat berjalan dengan baik, bukan sebaliknya menyusahkan masyarakat.

“Apalagi Presiden Joko Widodo di berbagai kesempatan termasuk kunjungan ke Maluku, sudah secara tegas menegaskan ke Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, agar dapat mengawasi secara ketat penyaluran bantuan sosial, sehingga tidak dipotong oleh pihak manapun,” pungkasnya.

Pos terkait