IBI Maluku Gelar Orientasi Pedoman AMPSR Perkuat Kapasitas Fasilitator

Ambon, MalukuPost.com – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku menggelar Orientasi Pedoman AMPSR (Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon) sebagai bentuk penguatan bagi Fasilitator AMPSR Provinsi Maluku.

Perwakilan Unicef di Maluku sekaligus Mitra Kerja IBI, dr. Aulia Rahman mengatakan, salah satu tujuan rencana pembangunan nasional adalah meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

“Upaya sektor kesehatan masyarakat berfokus meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, menekankan pada peningkatan upaya promotive dan preventif didukung oleh teknologi dan inovasi. Strategi tersebut sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta memperkuat sistem kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Aulia, berdasarkan SUPAS 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi dari negara-negara ASEAN yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup. Target yang ditetapkan RPJMN pada 2024 adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup sementara angka Kematian Bayi (AKB) yakni 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup (SDKI 2017), target tahun 2024 adalah 16 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

“Sesuai insert data konteks Maluku, target tersebut akan sulit dicapai tanpa ada inovasi atau strategi percepatan,” tandasnya.

Dijelaskan Aulia, salah satu dari upaya penguatan tata kelola kesehatan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pelaporan serta pengkajian kematian maternal dan neonatal, melalui kegiatan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data kematian secara terus menerus melalui system surveilans kematian maternal dan perinatal menggunakan AMPSR.

“AMPSR merupakan kegiatan menganalisis secara mendalam untuk mencari akar permasalahan dan rekomendasi atau solusi baik jangka pendek, menengah, maupun jangka Panjang yang dapat dilakukan untuk mengurangi AKI dan AKB. Provinsi Maluku berkomitmen untuk melatih seluruh kabupaten kota agar mampu melaksanakan kegiatan AMPSR secara mandiri, dan menyusun rekomendasi sesuai konteks wilayah masing-masing,” katanya.

“Dengan demikian, kegiatan Orientasi Fasilitator AMPSR Provinsi Maluku ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas fasilitator/pelatih yang nantinya dapat mengimplementasikan kegiatan AMPSR yang dimaksud,”katanya menambahkan.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan UNICEF Indonesia selaku mitra pemerintah, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku selaku mitra pelaksana UNICEF Indonesia.

Adapun peserta yang hadir dalam orientasi ini yakni dari perwakilan Sekretariat AMPSR Kab/Kota (Kota Ambon dan Kab. Maluku Tenggara), perwakilan Sekretariat AMPSR Provinsi Maluku, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Maluku, perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Maluku.

Pos terkait