Tersangka Kasus Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas Bagian Umum Setda Tanimbar Resmi Ditahan Kejaksaan

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar, G. Sumarsono

Saumlaki, MalukuPost.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar resmi menahan dua tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan keuangan negara dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas pada Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun anggaran 2020 dengan dua tersangka masing-masing EAO, Kepala Bagian Umum dan DB, bendaharanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar, G. Sumarsono menyatakan, jaksa penuntut umum pada kejaksaan negeri Kepulauan Tanimbar telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) yang berasal dari Jaksa penyidik pada Seksi Pidana Khusus dalam perkara ini.

“Penyerahan tersangka dan barang bukti ini dilakukan setelah Jaksa Penyidik merampungkan berkas perkara dan dinyatakan lengkap oleh Penuntut Umum (P-21) pada tanggal 27 Oktober 2021,” ujarnya di Saumlaki, Selasa (8/10/2022).

Dijelaskan Sumarsono, berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian keuangan negara nomor: 700/LAK-08/VI/2022 tanggal 14 Juni 2022, perbuatan EAO dan DB telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.371.503.200

Meskipun demikian, tersangka EAO dan DB hanya dilakukan penahanan kota berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar Nomor : PRINT-395/Q.1.13/Eoh.1/11/2022 tanggal 08 November 2022 atas nama tersangka EAO dan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar Nomor : PRINT-396/Q.1.13/Eoh.1/11/2022 tanggal 08 November 2022 atas nama tersangka DB.

“EAO dan DB dilakukan penahanan kota di Saumlaki dengan pertimbangan bahwa selama proses penyidikan, keduanya menunjukan sikap kooperatif dan telah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar seratus persen dan saat ini dijadikan barang bukti,” ungkapnya.

Sumarsono menambahkan, dalam waktu dekat Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan melimpahkan dua perkara ini ke Pengadilan Tindak Pidana Khusus Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon untuk disidangkan.

Pos terkait