Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Ambon Belum Terima Upah

Purwaila : Kami Minta Kejelasan

Ambon, MalukuPost.com – Upah kerja Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 tahun 2022, hingga kini belum dibayarkan bahkan tidak diketahui kapan dilakukan pembayaran atas jasa mereka.

Salah seorang Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 yang berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Ambon, Yusup Purwaila mengaku, hingga memasuki tahun 2023 ini hak-hak mereka yang seharusnya diperoleh pada tahun 2022, belum dibayarkan.

“Sesuai kesepakatan, pembayaran harus dilakukan pada Bulan November atau Desember 2022, namun hingga kini belum ada kejelasan,” ujarnya  di Ambon, Senin (09/01/2023).

Menurut Purwalia, terkait persoalan itu pihaknya sudah bertanya langsung kepada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku sejak tanggal 26 Desember 2022 lalu. Pihak Dinkes juga sudah menjelaskan, pembayaran tersebut sudah diproses melalui satgas Covid-19 di Bulan November kemarin.

“Dinas Kesehatan meminta semua tim pemulasaran jenazah Covid-19 memberikan waktu selama dua minggu, untuk proses pembayaran. Akan tetapi, hingga kini pun tidak ada kejelasan menyangkut dengan kapan pembayaran itu dilakukan,” katanya.

“Sementara sekarang ini sudah tahun 2023, sesuai yang disampaikan Dinkes, upah harus dibayar di tahun 2022 dan kalaupun tidak maka di tahun 2023 akan menjadi piutang daerah,” katanya lagi.

Menurut Purwalia, pihaknya berencana untuk ketemu langsung dengan Sekertaris Daerah Maluku untuk meminta penjelasan terkait proses pembayaran tersebut.

“Kami ingin tanyakan sebenarnya masalahnya ada dimana, sehingga sampai saat ini upah Tim Pemulasaran Covid belum terbayarkan,” tandasnya.

Purwalia menambahkan, pihaknya berharap semoga hak Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 bisa segara dibayarkan.

“Ini bukan berarti kami menuntut hak namun tidak bekerja. Jelas kami kerja, jenazah kami tanam, maka hak kami harus diberikan,” tegasnya.

Untuk diketahui, ada 3 unsur relawan yang tergabung dalam tim pemulasaran jenazah Covid-19 antara lain, Tagana Provinsi Maluku, Tagana Kota Ambon dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ketiga unsur relawan tersebut hingga kini belum menerima upah selama 2 bulan kerja di tahun 2022 sebesar Rp7.200.000 ribu per orang.

Pos terkait