Ambon, MalukuPost.com – Sebanyak 105 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), fungsional administrasi (Eselon III) dan pengawas (eselon IV) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dilantik oleh Gubernur, Murad Ismail.
Pelantikan berlangsung secara daring dan offline di Ambon, selasa (04/04/2023), berdasarkan SK Gubernur nomor 340, 341, 342 dan 343 tertanggal 4 April 2023.
105 pejabat dilantik terdiri dari 14 pejabat eselon II, 87 pejabat eselon III dan IV, dan 4 pejabat fungsional.
14 pejabat Eselon II dilantik, masing-masing Erawan Asikin Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan, Melky Lohy dari jabatan sebelum Kepala Biro Organisasi kini menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Maluku menggantikan Titus Renwarin, yang harus rela kembali ke jabatan sebelumnya Kasat Pol-PP.
Jasmono dilantik menjadi Kepala Inspektorat, sementara Jabatan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) diisi Halima Soamole.
David Katayane dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maluku. Sedangkan jabatan Katayane sebelumnya sebagai Kepala Biro Pengelolaan Perbatasan Daerah diisi oleh Raden Afandy Hasanusi.
Kepala Dinas Pariwisata yang sebelumnya dijabat Raden Afandi kini diisi oleh Meykal Pontoh, Sementara Kepala Biro Organisasi diisi Alawiyah Alaydrus.
dr. Zullkarnain dilengserkan dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan, menjadi Kepala staf ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan. Begitu juga Semy Huwae yang kini menjabat staf Ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM. Sementara jabatan Huwae sebelumny Asisten pemerintahan Dan kesejahteraan rakyat setda Maluku diisi Mustafa Sangadji.
Dalam pelantikan tersebut ada dua wajah baru, yaitu Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pieterson Rangkoratat dilantik menjadi Asisten Adminstrasi Umum Setda Maluku, dan Achmad Jais Ely Mantan Kepala SUPM Waiheru dilantik menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku, menggantikan Lutfi Rumbia yang telah memasuki masa pensiun.
Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya menekankan tiga hal penting kepada pejabat yang baru dilantik sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas. yakni melakukan konsolidasi, dan adaptasi pada jabatan, atau tempat tugas baru, serta lakukan percepatan pelaksanaan program yang telah ditetapkan pada masing masing unit kerja, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung
“Yang kedua yakni inovasi merupakan kunci keberhasilan. Oleh sebab itu teruslah membuat terobosan dan menciptakan inovasi yang dapat menjadi lokomotif pembangunan di daerah. dan ketiga, terus menjaga integritas dan pegang teguh sumpah atau janji, serta hindari diri dari segala bentuk praktek KKN,” katanya.
“Saya ingin mengingatkan, bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggung-jawaban, bukan hanya pemerintah negara, dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah,” katanya menambahkan.


