
Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh para mafia mitan. Pihak kemananan (kepolisian) pun terkesan menutup mata.
Sesuai data yang dihimpun media ini di Tual, Senin (10/4/2023), terlihat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan minyak di sejumlah pengecer hingga pangkalan mitan.
Menurut beberapa sumber yang engan Namanya disebutkan mengatakan bahwa, kelangkaan minyak tanah terjadi di Kota Tual dan Maluku Tenggara disebabkan para mafia minyak sering menjual keluar daerah.
”Salah satu okunum Mafia itu sudah kerja sama dengan sejumlah pangkalan lalu minyak tanah masuk langsung dibayar baru jual keluar kadang juga Oknum Mafia ini beli minyak tanah baru capur kaya solar baru jual keluar, “ungkap sumber.
Ditambahkan, oknum Mafia ini merupakan salah satu Pangkalan Mitan di wilayah Kota Tual yang dinilai kebal hukum dari Aparat keamanan.
”Dia itu biasanya sudah kerja sama dengan para oknum sopir mobil yang antar minyak tanah. Jadi kalau minyak hari ini diantar ke Pangkalan si A atau si B maka dong langsung datang beli kembali baru jual keluar. Modus ini para mafia kerja sama dengan pangkalan minyak tanah.” jelasnya.
Ditempat yang terpisah, ada sumber lain mengatakan bahwa, para Mafia ini bukan saja satu orang tapi lebih dari itu. Modusnya beli kembali minyak di Pangkalan lalu jual keluar, faktor inilah yang menyebabkan minyak tanah langkah di Kota Tual.
”Untuk mengetahui para Mafia ini, malam duduk di sekitar ini pasti jam 12 malam ketemu Mobil bawah minyak lewat disini, kegiatan para Mafia ini sudah lama hanya kebal hukum, ” ungkapnya.
Motif tersebut sudah lama dimainkan di wilayah Kota Tual dan Malra . Namun para pihak tersebut terkesan kebal hukum.
Akibat perbuatan para pihak itu, sejumlah kawasan di Kota Tual mengalami kesulitan minyak tanah dan warga harus rela berjam-jam mencari minyak tanah dengan menggunakan Kendaraan roda dua, Namun sayangnya tak kunjung dapat beli Mitan kebutuhan rumah tangga di bulan puasa ini.


