Tual, MalukuPost.com – Tradisi menghantar bantuan/sumbangan (bahasa Kei disebut yelim) terus dilestarikan.
Yelim dalam bentuk barang dan uang itu sendiri dapat dilakukan oleh kelompok maupun individu.
Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Anugerah Ohoijang juga turut serta dalam melestarikan tradisi para leluhur Kei (Evav) tersebut.
Diiringi lantunan lagu-lagu rohani bernuansa persaudaraan oleh paduan Terompet, jemaat GPM Anugerah dengan sukacita menghantar dan membawa yelim ke Panitia Persemian dan Dedikasi Gereja Santa Perawan Maria Hati Tak Bernoda Langgur, Jumat (7/7).
Rombongan tersebut dipimpin langsung Ketua Majelis setempat, Pendeta George Anakotta.
“Yang kami bawa ini adalah dari kekurangan kami. Semoga dapat meringankan tugas dan tanggungjawab panitia peresmian gedung Gereja Langgur,” kata Pendeta Anakotta saat dihubungi MalukuPost.com, Minggu (9/7/2023).
Menurutnya, secara iman, pihaknya terpanggil untuk saling menopang. Apalagi hidup ditengah-tengah ohoi dan masyarakat (umat) Langgur.
“Kita merasa terpanggil untuk bersama-sama sebagai orang basudara. Panggilan iman ini yang harus tetap dihidupkan dengan cara fangnanan (kasih sayang) seperti ini,” ujarnya.
Jemaat Gereja Anugerah, lanjut Pendeta Anakotta, melihat momentum ini adalah sebuah persaudaraan yang mengikatkan kita dalam kebersamaan di tanah Evav, lebih khusus di ohoi Langgur
“Kami tegaskan bahwa dalam bingkai hidup kebersamaan kita tetap selalu menopang dalam segala hal,” pungkasnya.


