Alasan Firdayani Jadi Pengurus Dewan Masjid

IMG 20231107 WA0067

Ambon, MalukuPost.com, – Firdayani Soumena, dikukuhkan sebagai Ketua Biro Pengembangan Potensi Muslimah dan Anak, Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Maluku Periode 2023-2028 oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI, H. Muhammad Jusuf Kalla, di Masjid Raya Al-Fatah, Senin, (6/11/2023).

Sejumlah pejabat daerah juga masuk kepengurusan DMI seperti Gubernur Maluku Murad Ismail, Sekda Provmal Sadali Ie dan kepala dinas lingkup Provmal.

Kalla menuturkan hadirnya para pejabat itu bukan untuk mewakili lembaganya. Mereka masuk kepengurusan sebagai pribadi dengan harapan memberikan nasehat atau petunjuk agar manajemen pengelolaan masjid menjadi lebih baik.

Selain pejabat daerah, ada pula sejumlah rektor perguruan tinggi di Maluku dan para tokoh lainnya.

Setelah dilantik, Firda sapaan Firdayani mengatakan, masjid dapat menjadi wadah penting untuk pengembangan potensi muslimah (Perempuan muslim) dan anak-anak. Mengingat ada beberapa peran penting masjid seperti memberikan pendidikan agama , memberdayakan muslimah agar bisa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, dapat menjadi tempat yang mempromosikan kebersamaan keluarga dengan mengadakan program-program yang melibatkan anak-anak dan orang tua dalam kegiatan bersama yang berorientasi agama.

“Dengan demikian, masjid berperan penting dalam membantu muslimah dan anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dari segi spiritual, sosial, maupun keterampilan praktis,” kata Firda.

Menurutnya, untuk mendapatkan dukungan seluruh rakyat Maluku agar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Maluku mampu mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat dakwah perlu dilakukan beberapa langkah, diantaranya komunikasi yang efektif, bekerjasama dengan lembaga-lembaga dakwah dan organisasi Islam lainnya, menyediakan pelatihan dan dukungan kepada pemimpin masjid agar mampu memimpin dan mengelola masjid sebagai pusat dakwah yang efektif, memastikan dana yang dikelola digunakan secara transparan untuk mendukung kegiatan dakwah, dan bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki fokus serupa dalam memajukan peran masjid dalam dakwah.

“Mendapatkan dukungan seluruh rakyat Maluku akan memerlukan upaya yang konsisten dan transparan dalam memajukan peran masjid sebagai pusat dakwah. Seluruh komponen masyarakat perlu diajak untuk berpartisipasi dalam upaya ini demi kebaikan bersama,” ujar Firda.

Selain itu, lanjut Firda, DMI dapat dioptimalkan untuk meningkatkan keimanan umat Muslim melalui berbagai upaya antara lain pendidikan agama, khotbah dan ceramah, program ibadah, pembinaan karakter, bimbingan rohani, kegiatan sosial, pelatihan dan pendidikan terus menerus dan kolaborasi. Dengan mengoptimalkan peran DMI dalam memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan dan pengembangan iman, masjid dapat menjadi tempat yang kuat untuk meningkatkan keimanan umat Muslim di Maluku dan Indonesia.

“DMI dapat dioptimalkan untuk meningkatkan keimanan, akhlak mulia, kecerdasan umat dan tingkat kesejahteraan,” pungkasnya.

Firda berharap, DMI Maluku dan bisa menjaga independensi organisasi dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis. Ini penting untuk mempertahankan integritas dan kepercayaan masyarakat dalam upaya dakwah dan pengembangan spiritualitas di masyarakat. Dengan menjaga independensi DMI, lembaga agama dapat terus berfungsi sebagai tempat yang murni untuk pengembangan keimanan dan pendidikan agama, tanpa terpengaruh oleh agenda politik yang bersifat praktis.

“Saya bertekad bisa membantu kesejahteraan umat dan pemersatu umat di Maluku dan Indonesia melalui DMI,”¬†tutup¬†Firda.

Pos terkait