Pj. Walikota Ambon Tinjau Pemusnahan 2.608 Lembar Surat Suara Rusak Pemilu 2024

IMG 20240213 183754 scaled

Ambon, MalukuPost.com,- Pj. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, meninjau sekaligus ikut membakar 2.608 lembar surat suara rusak saat pemusnahan di Gudang Logistik Sport Hall Karpan, Selasa, 13 Februari 2024 yang diselenggarakan KPU Kota Ambon.

Ketua KPU Kota Ambon, M. Shaddeq Fuad mengatakan, surat suara yang dimusnahkan berasal dari lima jenis surat suara. Rinciannya, surat suara Pilpres ada 294 lembar, DPR RI ada 680 lembar, DPD RI ada 61 lembar, DPRD Provinsi Maluku 1.203 lembar dan DPRD Kota Ambon sebanyak 370 lembar.

“Dari lima jenis yang akan kita musnahkan,” singkatnya.

Fuad menilai, pemusnahan ribuan lembar surat suara yang rusak dan tidak layak digunakan dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan serta potensi kecurangan dalam Pemilu 2024, dengan memastikan hanya surat suara yang valid dan sesuai standar yang digunakan dalam proses pemungutan suara. Hal ini untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan.

“Pemusnahan ribuan lembar surat suara yang rusak dan tidak layak digunakan tersebut itu, untuk menghindari penyalahgunaan serta potensi kecurangan dalam Pemilu 2024,” nilainya.

Dia juga menjelaskan, pemusnahan surat suara yang rusak dan tidak layak digunakan sesuai ketentuan yang mengharuskan tanda tangan dari KPU, Bawaslu dan kepolisian dalam berita acara dilakukan agar proses tersebut sah secara hukum dan transparan. Hal ini memastikan pemusnahan dilakukan sesuai aturan dan tanda tangan dari lembaga terkait memvalidasi proses pemusnahan dilaksanakan secara benar dan tepat waktu, yaitu H-1 sebelum pemungutan suara, sehingga menghindari potensi penyalahgunaan atau kecurangan terkait penggunaan surat suara yang tidak layak.

Dengan kata lain, lanjut Fuad, adanya tanda tangan mereka dalam berita acara, akan tercipta catatan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan terkait proses pemusnahan surat suara yang rusak dan tidak layak digunakan tersebut.

“Akan kita tuangkan di berita acara Sesuai ketentuan, KPU, Bawaslu, dan kepolisian yang akan menandatangani pemusnahan ini karena ketentuan mengharuskan dilakukan H-1 sebelum pemungutan suara,” tutup Fuad.

Pemusnahan surat suara rusak itu juga disaksikan Ketua KPU Provinsi Maluku, Syamsul Rifan Kubangun, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Subair, Kapolresta Ambon, Dandim 1504 dan Kajari.

Selesai pemusnahan surat suara rusak, Pj. Walikota dan rombongan melanjutkan tinjauan ke TPS 02 Kelurahan Wainitu, TPS 26 Desa Batu Merah dan TPS 17 Negeri Halong.

Pos terkait