Keberadaan Kantor PTSP PPN Tual, Dukung Program PIT KKP

IMG 20240603 123929 scaled
Kepala kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual, Silvinus M.C. Jaftoran (kiri), mempresentasikan keberadaan PPN Tual dihadapan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM di Tual, Minggu (2/6/2024).

Tual, MalukuPost.com – Program Kementerian Kelautan dan Perikanan  Republik Indonesia (KKP RI) terkait Penangkapan Ikan Terukur (PIT), telah sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2023.

Dalam PP tersebut dijelaskan, PIT adalah penangkapan ikan yang terkendali dan proporsional, dilakukan di zona penangkapan ikan terukur, berdasarkan kuota penangkapan ikan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya serta pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkait hal itu, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual terus bergerak untuk melakukan pengembangan dan peningkatan kegiatan operasionalnya.

Saat dikunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di Tual, Minggu (2/6/2024), Kepala kantor PPN Tual, Silvinus Jaftoran, membeberkan keberadaan PPN setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sakti Wahyu Trenggono melihat langsung aktifitas pelayanan kapal perikanan pada kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PPN setempat yang baru saja dipergunakan (gedung baru).

“Kantor PTSP ini baru saja digunakan, dan alhamdulilah Pak Menteri, hari ini kami sudah melayani satu kapal,” ujar Jaftoran.

Jaftoran menyatakan, sejak berdirinya KKP, Menteri yang paling banyak mengunjungi PPN Tual adalah bapak Sakti Wahyu Trenggono.

Itu artinya bahwa Menteri Sakti Wahyu tidak melupakan PPN Tual, dan terus berupaya mengembangkan sektor Perikanan di daerah Kota Tual.

Lebih jauh Jaftoran menjelaskan, keberadaan PPN Tual adalah untuk mendukung program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan terkait dengan PIT.

Semenjak berdiri tanggal 3 Mei 2000, dalam perjalanannya, PPN Tual mengalami dinamika operasional yang luar biasa.

“Dengan program PIT ini operasional pelabuhan ini sudah semakin meningkat,” kata Jaftoran.

PPN Tual ini, lanjut Jaftoran, memiliki lahan seluas 16 hektare (Ha), dengan rincian luas lahan kantor PTSP 6 Ha dan sisanya 10 Ha adalah untuk kawasan pembangunan industri perikanan.

Luas ini tentu sangat mendukung program prioritas di zona 3, dimana kapal-kapal yang masuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)715, 714 dan 718 terus bergerak maju di wilayah Tual ini.

Menurutnya, dengan luas lahan PPN Tual ini juga akan membuka ruang dan kesempatan kepada investor untuk berinvestasi disini,.

Investasi bisa dalam bentuk unit pengolahan ikan, docking, kios nelayan maupun distribusi kontener ikan.

“Kantor PTSP ini untuk mendukung semua pelayanan yang didalamnya ada semua instansi terkait untuk melayani kapal-kapal perikanan, pungkas Jaftoran.

Pos terkait