
Langgur, MalukuPost.com – Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Kei Besar menggelar kegiatan bakudapa anak dan remaja (Badar) lintas agama.
Kegiatan yang diikuti ratusan anak dan remaja GPM, Katolik dan Islam itu, dibuka oleh Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pdt. Nancy Soisa di Jemaat GPM Ohoi (Desa) Ohoiwait, Selasa (24/9/2024).
Penjabat (Pj) Bupati Maluku Tenggara (Malra) Jasmono hadir pula dalam kegiatan tersebut.
Jasmono dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Malra mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat strategis karena membangun kepribadian,karakter dan akhlak generasi muda sebagai pribadi-pribadi yang menjunjung toleransi, mampu ber-belarasa serta menghargai perbedaan sebagai anugerah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jati diri generasi muda, meningkatkan kemampuan emosional, spiritual dan intelektual yang bermuara pada meningkatnya solidaritas,” kata Jasmono.
Dalam momen ini juga, anak dan remaja serta generasi muda diberikan ruang untuk bersosialisasi, saling bertemu dan menyapa, dibina dan diedukasi secara kreatif, sehingga mampu menumbuhkan kepercayaan diri, tanggungjawab, kebersamaan dan kerja sama.
Jasmono menyatakan, ditetapkan ohoi Ohoiwait sebagai lokasi kegiatan Badar sangat tepat dan strategis.
“Ohoi ini selayaknya laboratorium mini dari sikap hidup kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, meskipun dalam latar belakang agama yang berbeda,” ujar Jasmono.
Pembinaan generasi muda sejak dini, lanjut Jasmono, akan melahirkan generasi masa depan yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan untuk meningkatkan rasa saling pengertian dan empati antar kelompok, serta membangun ikatan sosial yang lebih kuat di masyarakat.
“Ini adalah modal sosial yang menjadi landasan bagi kemajuan,” imbuhnya.


