Langgur, MalukuPost.com – Tujuan industri secara nasional diarahkan dalam rangka mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing dan maju untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dilakukan melalui pembangunan sumber daya, sarana dan prasarana, pemberdayaan serta tindakan dan penyelamatan industri.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dalam mengimplementasikan regulasi dimaksud, melakukan kegiatan pelatihan membatik serta aneka anyaman dari bambu dan pelepah pisang.
Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Grand Vilia Langgur itu, dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah setempat, Nicodemus Ubro, Senin (21/10/2024).
Ketua panitia kegiatan, Josep Renrusun, dalam laporannya mengatakan, penetapan pariwisata sebagai sektor unggulan di Malra, mewajibkan Dinas Perindagnaker sebagai dinas teknis, wajib untuk ikut aktif dalam mendukung sektor tersebut melalui pengembangan potensi sumber daya manusia.
“Diantaranya berupa pelatihan teknis batik tulis serta kerajinan anyaman bambu dan pelepah pisang,” ujar Renrusun.
Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan produk batik yang berkualitas, memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) non fisik penguatan kapasitas kelembagaan sentra IKN tahun anggaran 2024.
“Biaya penyelenggaraan pelatihan ini bersumber dari dana DAK non fisik Kementerian Perindustrian RI Tahun Angaran 2024 sebesar Rp. 294.887.000,” beber Renrusun.
Ia menambahkan, maksud dari kegiatan ini adalah melatih para pelaku usaha (IKN) batik rulis dan anyaman sera wirausaha baru dibidang batik dan anyaman tentang bagaimana menghasilkan produk batik dan anyaman yang berkualitas dan mampu bersaing dengan produk-produk sejenis.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam membatik dan menganyam untuk menghasilkan produk yang berkualitas dalam mendukung pengembangan sektor kepariwisatasan di Malra,” tandas Renrusun.
Diketahui, nara sumber dalam kegiatan yakni Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dinas Pariwisata Malra, Instruktur dan Pelatih Asosiasi Batik dan Anyaman Jogjakarta.
Peserta pelatihan berjumlah 40 orang (25 di kelas batik, 15 pada kelas kerajinan anyaman).
Kegiatan yang digelar sejak tanggal 21 – 26 Oktober 2024 itu, akan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Balai Ohoi Wearlilir (untuk kelas batik) dan ruang Serbaguna Ohoijang (kelas kerajinan anyaman).


