Pemkot Ambon Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadhan 2025

Ambon, Malukupost.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kota Ambon, Maluku, dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadhan pada Maret 2025.

Kepala Disperindag Ambon, Josiaz Loppies, mengatakan stok barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam ras, susu kaleng, dan daging ayam cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu bulan ke depan.

Berdasarkan hasil pantauan di pasar tradisional, distributor, dan ritel modern di kota tersebut, stok beras tercatat mampu memenuhi kebutuhan hingga 116 hari ke depan, gula pasir tersedia untuk 64 hari, minyak goreng hingga 310 hari, tepung terigu 42 hari, dan telur ayam ras untuk 25 hari ke depan.

“Data dari 17 distributor dan enam ritel modern menunjukkan ketersediaan beras sebanyak 89 ton, minyak goreng 4.230 liter, tepung terigu 740 kilogram, gula pasir 1.005 ton, telur 173.989 butir, dan daging ayam 364 kilogram,” kata Josiaz Loppies di Ambon, Kamis (13/2/2025).

Josiaz juga menegaskan bahwa pasokan bahan pokok terus mengalir dari daerah sentra produksi melalui jalur laut. Transportasi laut yang melayani Ambon cukup lancar, didukung oleh empat perusahaan pelayaran yang rutin mengirimkan pasokan dari Pulau Jawa dan daerah lain.

Kepala Disperindag itu mengimbau masyarakat agar tidak khawatir akan kelangkaan bahan pokok. “Kondisi arus transportasi yang stabil dan pasokan yang lancar memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap terjaga,” ujarnya.

Selain memastikan kecukupan stok, Pemkot Ambon juga melakukan pengawasan ketat terhadap harga kebutuhan pokok di pasar tradisional agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Operasi pasar rutin akan digelar untuk mencegah praktik penimbunan yang bisa menyebabkan kenaikan harga.

“Operasi pasar akan kami intensifkan, terutama di awal Ramadhan, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warga,” tambah Josiaz.

Langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, sekaligus mendukung kelancaran ibadah masyarakat selama ramadhan.

Pos terkait