Langgur, MalukuPost.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (26/3/2025), guna membahas strategi pengendalian harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Hari Nyepi dan Idul Fitri.
Wakil Bupati Malra, Charlos Viali Rahantoknam yang memimpin langsung pertemuan tersebut, menekankan pentingnya pengawasan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
“Menjelang hari besar keagamaan, kecenderungan kenaikan harga secara tidak wajar sering terjadi. Ini perlu diawasi ketat dan ditindak jika ada pelanggaran,” tegas Wabup.
Ia juga menyoroti kendala distribusi barang ke wilayah pedesaan (ohoi) dan meminta agar koordinasi antarinstansi diperkuat, terutama dengan pelaku usaha dan pedagang lokal.
Menurut Wabup, pengendalian inflasi harus berfokus pada empat hal utama: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi dan koordinasi yang efektif antarinstansi.
“Upaya konkret telah dilakukan TPID. Yang penting sekarang adalah menjaga dampak dan kesinambungannya,” ujar Viali.
Melalui pertemuan ini, Wabup berharap seluruh anggota TPID dapat menyampaikan laporan kinerja, termasuk capaian dan tantangan yang dihadapi dalam pengendalian harga selama masa HBKN.
“Sinergi dan kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak terbebani, dan pelaku usaha tetap bisa bertahan,” tutupnya.


