100 Hari Kerja Bodewin–Ely: Mulai Implementasi 17 Program Prioritas Kota Ambon

Ambon, Malukupost.com – Sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena dan Ely Toisuta, telah menjalani 100 hari kerja pertama yang ditandai dengan berbagai inisiatif awal untuk mengimplementasikan 17 program prioritas pembangunan Kota Ambon.

Meski menegaskan capaian 100 hari bukanlah tolok ukur utama, Wali Kota menyebut periode ini menjadi pijakan awal untuk menunjukkan komitmen politiknya kepada masyarakat.

“Kami tidak menargetkan apapun dalam 100 hari, karena orientasi kami adalah lima tahun kepemimpinan. Namun demikian, sejumlah langkah konkret telah dimulai,” ujar Wattimena, Sabtu, 31 Mei 2025, dalam keterangan video yang diterima Malukupost.com.

Salah satu program yang telah menyentuh masyarakat langsung adalah akses air bersih, yang telah tersedia di satu titik untuk sekitar 400 kepala keluarga. Di sektor kebersihan, Pemkot telah melakukan langkah penataan pengelolaan sampah, termasuk pengadaan 10 unit truk sampah yang saat ini dalam proses pengadaan.

Selain itu, Pemkot juga sedang mempersiapkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) higienis, yang akan dibangun dengan dukungan anggaran daerah dan kolaborasi CSR dari berbagai pihak.

Revitalisasi juga menyasar kawasan strategis seperti Pasar Mardika dan Pantai Mardika, yang selama ini dikenal kumuh. Penataan trotoar telah dilakukan, sementara perbaikan sejumlah ruas jalan ditargetkan rampung dalam tahun anggaran ini.

“Kami tidak hanya mengejar program, tapi juga ingin menjadikan Ambon kota yang bersih, tertib, dan manusiawi,” ujar Wali Kota.

Untuk membuka lapangan kerja dan ruang ekonomi baru, Pemkot Ambon telah mendorong pengembangan UMKM dan industri kreatif berbasis komunitas. Anak-anak muda kini difasilitasi dalam ruang-ruang publik sebagai lokasi berjualan dengan konsep kontainer kreatif. SK Wali Kota terkait hal ini tengah diproses.

Capaian lain adalah pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP), yang ditargetkan menjadi pusat layanan terpadu bebas pungutan liar. Di bidang kesehatan, Pemkot menggandeng RS Siloam untuk melakukan skrining kanker payudara, yang diikuti lebih dari 1.000 perempuan Ambon. Bantuan juga disalurkan bagi 393 anak penderita stunting.

Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Ambon telah melakukan pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta mengembangkan sistem “petting box”, untuk merekam transaksi di restoran dan hotel secara digital.

Program Jumpa Rakyat yang dilaksanakan rutin kini telah memasuki edisi ke-8. Di sektor pariwisata, Pemkot mendorong integrasi kawasan wisata di Semenanjung Nusaniwe, Mangrove Passo, serta penataan kawasan wisata bawah Jembatan Merah Putih (JMP) Galala.

Penataan birokrasi menjadi agenda strategis, dengan izin job fit telah diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri. Pemkot kini menanti persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melakukan penempatan dan seleksi terbuka jabatan eselon yang kosong.

“Kami ingin memastikan janji politik bukan sekadar wacana, tapi betul-betul dirasakan masyarakat,” tutup Wali Kota.

Pos terkait