Transformasi Posyandu di Malra Jadi Pilar Utama Kesehatan Menuju Indonesia Emas

Langgur, MalukuPost.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) terus memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan dasar dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini ditegaskan Bupati setempat M. Thaher Hanubun dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hasan Difinubun saat kegiatan Pertemuan Advokasi, Koordinasi dan Bimbingan Teknis Posyandu Transformasi Layanan Primer yang digelar di Langgur, Senin (14/7/2025).

Hanubun dalam sambutannya menjelaskan bahwa Posyandu kini bukan sekadar tempat timbang bayi atau cek kehamilan, melainkan simpul pelayanan kesehatan yang strategis, terjangkau, dan terpercaya di tingkat ohoi (desa).

“Posyandu adalah garda depan yang mampu menjangkau seluruh kelompok usia dan menjadi titik awal sistem layanan primer nasional,” ujar Difinubun meniru Bupati dalam sambutan.

Difinubun menyampaikan bahwa sejak peluncuran Transformasi Layanan Primer (TLP) oleh pemerintah pusat pada Maret 2025, Posyandu diarahkan menjadi pusat data kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, serta intervensi dini penyakit.

“Kehadiran Posyandu akan diperkuat oleh sinergi dengan Puskesmas dan mitra lintas sektor, menjadikannya pusat layanan primer di akar rumput,” katanya.

Sebagai bagian dari kebijakan nasional, Pemkab Malra telah mengadopsi pendekatan baru yang menuntut peningkatan kapasitas kader Posyandu.

Setidaknya 25 keterampilan dasar kini menjadi standar yang harus dikuasai, termasuk deteksi dini risiko kesehatan, kunjungan rumah, serta pendampingan warga dari bayi hingga lansia.

“Para kader inilah yang menjadi tulang punggung Puskesmas di lapangan. Mereka harus siap menghadapi tantangan layanan kesehatan yang terus berkembang,” tegas Divinubun.

Dalam sambutannya, Bupati Malra menekankan bahwa kesuksesan menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai jika daerah-daerah seperti Malra menyiapkan SDM yang sehat secara fisik dan mental sejak dini.

Karena itu, Program Peningkatan Kualitas Manusia telah ditetapkan sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.

“Kualitas manusia dimulai dari kesehatan keluarga di tingkat ohoi. Posyandu menjadi fondasi utama dalam ekosistem pembangunan SDM di Malra,” tambahnya.

Lebih jauh, Pemkab Malra mengajak seluruh pemangku kepentingan—Puskesmas, camat, kepala ohoi, TP-PKK, mitra provinsi, dan lembaga sosial—untuk memperkuat koordinasi dalam tata kelola Posyandu.

“Sinergi kita hari ini akan menentukan wajah Maluku Tenggara di masa depan. Posyandu bukan sekadar layanan teknis, tapi alat perjuangan masa depan anak-anak Evav,” ujarnya.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh mitra atas dukungan terhadap penguatan sistem layanan primer di daerah.

Pos terkait