Dobo, MalukuPost.com – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah tunggakan beasiswa yang telah lama menghambat masa depan mahasiswa di Kabupaten Kepulauan Aru. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (2/9/2025), bersama para mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Aru, Bupati Kaidel dengan tegas menyatakan, “Kami tidak akan lepas tangan, masalah ini harus segera diselesaikan.”
Pertemuan tersebut menjadi momen penting, mengingat mahasiswa yang terdampak bukan hanya membawa persoalan mereka sendiri, tetapi juga harapan ribuan orang tua dan masyarakat Aru yang menginginkan pendidikan berkualitas untuk anak-anak mereka. Dalam pertemuan ini, mahasiswa tidak datang sendiri, tetapi turut didampingi oleh para tetua adat Aru, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dan betapa besar harapan mereka untuk mencari solusi.
Tunggakan beasiswa yang seharusnya diberikan kepada mahasiswa sejak tahun 2019 hingga 2024 telah menjadi masalah besar yang mengguncang dunia pendidikan di Kepulauan Aru. Bupati Kaidel menyayangkan kerjasama yang terjalin antara pemerintah sebelumnya dengan yayasan penyelenggara beasiswa, yang berakhir dengan penunggakan pembayaran yang berdampak pada kelangsungan studi mahasiswa. “Kenapa sejak 2019 masalah ini tidak pernah tuntas? Dana yang seharusnya digunakan untuk mendukung pendidikan mereka, kenapa baru sekarang menjadi masalah besar?” tanya Bupati Kaidel dengan nada serius.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim yang diketuai oleh Asisten III Setda, Aris Gainau, untuk menelusuri akar permasalahan ini. Tim ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai aliran dana beasiswa dan memastikan bahwa dana tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. “Kami harus memastikan, ke mana sebenarnya uang ini dialirkan. Kami akan memeriksa setiap langkah, sejak 2019, 2020, hingga sekarang. Kejelasan ini sangat penting, agar semua bisa tahu apa yang terjadi,” ungkap Kaidel.
Kaidel juga menanggapi isu terkait penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diduga bisa digunakan untuk membayar tunggakan beasiswa. Ia dengan tegas menjelaskan bahwa DAU memiliki alokasi dan ketentuan penggunaan yang jelas, dan tidak bisa sembarangan digunakan untuk pembayaran beasiswa. “Jangan salah paham. DAU itu ada aturan penggunaannya, tidak bisa asal dialihkan untuk membayar tunggakan beasiswa. Kami harus mengikuti peraturan yang ada,” tegasnya.
Namun demikian, Bupati Kaidel menekankan bahwa hal itu tidak berarti pemerintah daerah lepas tangan dari masalah ini. “Kami bukan tidak peduli. Kami peduli. Kami akan bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini. Bukan hanya dengan surat-surat, tetapi dengan tindakan nyata. Kami akan mencari solusi yang terbaik agar mahasiswa yang telah lama menunggu bisa mendapatkan hak mereka,” kata Bupati dengan penuh semangat.
Tak hanya itu, Bupati Kaidel juga mendukung penuh tuntutan mahasiswa untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) di DPRD, guna mengusut tuntas aliran dana beasiswa sejak tahun 2019 hingga sekarang. “Mari kita bentuk Pansus untuk mengusut masalah ini, supaya tidak ada yang lepas tangan dan semuanya bisa terungkap dengan jelas. Kita harus bekerja bersama untuk mewujudkan keadilan,” tegasnya.
Dalam momen yang penuh emosi ini, Bupati Kaidel juga mengingatkan semua pihak bahwa masalah ini tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga masa depan generasi muda Aru. “Anak-anak kita butuh pendidikan yang baik, mereka bukan hanya butuh janji, mereka butuh kepastian. Sudah cukup lama mereka dijanjikan, tapi tidak ada realisasi. Kami di sini, pemerintah daerah, akan berjuang bersama untuk mewujudkan harapan mereka,” tambah Kaidel dengan penuh tekad.
Keputusan untuk tidak “lepas tangan” dan menyelesaikan persoalan ini menjadi janji penting bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru. Bupati Kaidel berharap, melalui sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat, semua masalah ini dapat diatasi dengan baik, sehingga anak-anak Aru bisa melanjutkan pendidikan mereka dengan tenang dan fokus, tanpa terkendala masalah beasiswa yang belum terbayarkan.
Dengan semangat kebersamaan, Bupati Kaidel yakin bahwa Kepulauan Aru dapat melahirkan generasi yang lebih cerdas, tangguh, dan siap untuk membangun daerah yang lebih baik di masa depan.


