Ambon, MalukuPost.com – Sorak-sorai penonton, hentakan kaki para karateka, dan gemuruh riuh yang memenuhi Stadion Mandala Remaja Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/9/2025), menjadi penutup yang meriah bagi Garuda Yaksa Championship IV Tahun 2025.
Di tribun kehormatan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang juga Ketua Umum Pengprov FORKI Maluku, bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Sadali Ie, Ketua KONI Maluku Sam Latuconsina, Komisaris Bank Maluku Malut Michael Papilaya, bersama Stakeholder lainnya turut menyaksikan jalannya pertandingan, menambah energi tersendiri bagi para atlet muda yang berlaga di atas tatami.
Gubernur menegaskan, turnamen karate ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan ruang penting untuk menyaring bibit atlet berbakat yang kelak akan membawa nama Maluku di panggung nasional maupun internasional.

Gubernur juga mengapresiasi semangat sportivitas para atlet dan kerja keras panitia penyelenggara. Ia bersyukur pelaksanaan kejuaraan selama tiga hari itu berjalan lancar, tanpa kendala berarti. “Event ini juga menjadi momen silaturahmi, merajut kebersamaan, sekaligus menguatkan tekad bahwa olahraga adalah harga diri orang Maluku,” tambahnya.
Senada, Ketua Umum KONI Maluku, Sam Latuconsina, menyebut geliat olahraga di Maluku kini mulai terasa. Sport Hall Karang Panjang belakangan menjadi saksi berbagai event besar: futsal, pencak silat, voli, hingga karate. “Inisiatif FORKI ini patut diapresiasi. Kejuaraan karate kali ini tidak hanya menyaring atlet untuk PON, tetapi juga persiapan menuju PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah. Kita akan kirimkan 10 atlet terbaik,” jelasnya.
Sam menegaskan, olahraga Maluku memang sempat terpuruk, namun kini mulai bangkit dengan moto “KONI Maluku Bangkit.” Ia mengutip pesan Gubernur: olahraga bukan sekadar soal prestasi, tapi juga menyangkut harga diri orang Maluku.
Turnamen ini menjadi tonggak baru. Bukan hanya kemenangan yang diraih, tetapi juga optimisme, bahwa dari tatami Mandala Remaja, akan lahir karateka-karateka Maluku yang kelak berdiri di podium kehormatan, mengibarkan bendera merah putih, dan membawa harum nama tanah raja-raja.


