Langgur, MalukuPost.com – Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Yance Z. Rumahuru, menegaskan bahwa merawat kerukunan dan toleransi adalah wujud cinta kepada negeri.
Pernyataan itu ia sampaikan pada penutupan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Cinta dan Kerukunan di Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (14/9/2025).
Acara berlangsung meriah dengan kehadiran unsur Forkopimda Malra, Kementerian Agama, tokoh adat, agama, perempuan, dan pemuda.
Rumahuru menyinggung hasil survei dua tahun lalu terkait Desa Binaan Moderasi Beragama di Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Survei itu menemukan kisah di Ohoi Ohoidertawun tentang Raskap Lorlabai sebagai penengah antara Lorsiuw dan Lorlim.
“Inilah bukti bahwa kearifan lokal Kei dapat menjadi teladan moderasi beragama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gerakan moderasi beragama dijalankan lewat kolaborasi antara Kementerian Agama, Pemerintah Daerah Malra, dan IAKN Ambon. Pendampingan dilakukan selama dua tahun melalui sosialisasi, workshop, dialog lintas tokoh, hingga penguatan kapasitas.
Tahun ketiga diimplementasikan melalui pentas seni berbasis kurikulum cinta dengan pendekatan lintas agama dan budaya.
“IAKN Ambon menjadi satu dari lima perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya mengembangkan model kurikulum literasi keagamaan lintas budaya.
Identitas orang Kei, Ohoidertawun, dan Raskap Lorlabai adalah contoh nyata kerukunan yang bisa ditunjukkan kepada Indonesia, bahkan dunia,” tegasnya.
Rumahuru menambahkan, nilai toleransi di Kei bukan hanya dijalankan para tokoh, tetapi sudah diwariskan sejak orang tua hingga anak-anak.
“Inilah pengabdian berbasis cinta menuju harmoni Indonesia dan dunia,” tambahnya.


