Reses Penuh Keakraban, Novita Anakotta Ajak Warga Siloam Bangun Ekonomi Keluarga yang Mandiri

Ambon, MalukuPost.com – Suasana sederhana namun penuh makna menyelimuti pertemuan reses anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Maluku, Novita Anakotta, bersama warga puluhan warga dari RT 003/RW 004 dan sebagian RT 004/RW 004, yang tergabung dalam Wadah Pelayanan Laki-laki dan Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Siloam, Kamis malam (9/10/2025). Hadir juga Komisaris Bank Maluku Malut Terpilih Michael Papilaya (Pembina Panitia Koinonia Laki-Laki Siloam).

Pertemuan digelar dalam suasana penuh keakraban, Anakotta berdialog langsung dengan warga mengenai berbagai isu yang menjadi perhatian publik, terutama akses keuangan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan pembaruan data sosial ekonomi masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Anakotta menjelaskan bahwa komitenya merupakan mitra kerja lembaga-lembaga strategis seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di antaranya Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA.

“Tugas kami di Komite IV banyak berkaitan dengan urusan ekonomi dan keuangan. Jadi kalau bicara soal permodalan, UMKM, sampai penguatan koperasi, semua itu masuk dalam ruang kerja kami,” jelasnya.

Anakotta kemudian menyoroti pentingnya program Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah lembaga milik BUMN yang fokus pada pinjaman bagi perempuan yang ingin memulai usaha kecil tanpa jaminan.

“Program PNM itu tanggung renteng, artinya dilakukan secara berkelompok, saling menopang satu sama lain. Jadi bukan sekadar soal uang, tapi membangun semangat kerja sama dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan adanya kerja sama serupa dengan Pegadaian, yang menyediakan fasilitas pinjaman perseorangan tanpa harus berkelompok.

“Program ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di Ambon, terutama ibu-ibu, agar bisa mendapatkan akses modal dengan bunga rendah,” tambah Anakotta.

Menurutnya, saat ini pemerintah pusat tengah menggulirkan berbagai program stimulus ekonomi melalui perbankan nasional dengan bunga yang lebih ringan. Langkah itu diharapkan dapat membantu pelaku UMKM bertahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau usaha kecil bisa tumbuh, itu berarti ekonomi daerah ikut bergerak. Maka, setiap bantuan yang disalurkan harus benar-benar tepat sasaran dan dimanfaatkan secara bijak,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, warga juga menanyakan soal program bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Beasiswa PIP. Anakotta menjelaskan bahwa data penerima berasal langsung dari pusat melalui sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan), yang terus diperbarui oleh pemerintah kabupaten/kota.

“Sekarang sistem data sudah jauh lebih baik. Semua terverifikasi langsung di pusat, jadi orang yang mampu tidak bisa lagi menerima beasiswa. Tapi saya minta agar setiap sekolah terus mengupdate data siswa setiap tahun,” jelasnya.

Anakotta juga mengingatkan warga agar bersikap terbuka dan jujur saat Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret mendatang.

“Kalau petugas datang, terima mereka dengan baik. Berikan data yang akurat, karena dari data itulah semua program pemerintah disusun. Data itu asalnya dari bapak ibu semua,” pesannya.

Pertemuan reses itu berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga tampak aktif menyampaikan aspirasi, sementara para ibu dari Wadah Pelayanan Perempuan turut memberikan testimoni tentang tantangan ekonomi keluarga. Suasana kekeluargaan yang kental menjadi bukti bahwa reses bukan sekadar seremonial, melainkan ruang nyata bagi wakil rakyat untuk mendengar denyut kehidupan masyarakat yang diwakilinya.

Di akhir pertemuan, Anakotta menyampaikan bantuan kepada Panitia Koinonia laki-laki Sektor Siloam, serta memperjuangkan bantuan untuk SMTPI Siloam.

Pos terkait