Dobo, Kepulauan Aru – Dalam rangka memperkuat perencanaan pembangunan Kabupaten Kepulauan Aru untuk periode 2025-2029, Bupati Timotius Kaidel memimpin forum penting yang membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Forum ini tidak hanya berfungsi untuk menyelaraskan visi dan misi antara Pemerintah Daerah dan OPD, tetapi juga untuk memastikan bahwa pembangunan yang direncanakan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara tepat.
Dalam sambutannya, Bupati Kaidel menegaskan bahwa terdapat empat agenda pokok yang harus dijalankan dengan penuh keseriusan dan kolaborasi antar perangkat daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Kepulauan Aru.
Satu, penajaman Visi dan Misi yang Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat
Bupati Kaidel menyampaikan bahwa visi dan misi Kepala Daerah harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan harus tercermin dalam setiap dokumen rencana strategis yang disusun oleh setiap OPD. “Visi dan misi ini adalah harapan kita bersama yang harus diwujudkan dalam lima tahun masa kepemimpinan kami. Kami ingin menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera, damai, dan berkeadilan,” ujar Bupati Kaidel dengan tegas.
Bupati menekankan pentingnya agar seluruh pimpinan OPD menjabarkan dan menerjemahkan visi dan misi ini secara rinci dalam program-program yang akan dilaksanakan agar tujuan pembangunan yang ditetapkan bisa terwujud dengan nyata.
Dua, Penyelarasan Program Antar Perangkat Daerah
Agenda kedua yang ditekankan adalah penyelarasan program-program antar perangkat daerah. Bupati Kaidel mengingatkan agar tidak ada lagi tumpang tindih program, dan semua kegiatan yang dilakukan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. “Program yang dirancang harus dipertimbangkan dengan matang, agar benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta agar setiap OPD bekerja lebih sinergis, menghindari duplikasi program yang hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil yang jelas.
Tiga, Mengklarifikasi Indikator Keberhasilan yang Jelas dan Dapat Dipertanggungjawabkan
Bupati Kaidel mengungkapkan bahwa salah satu hal penting dalam perencanaan pembangunan adalah memiliki indikator kinerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam RPJMD Kabupaten Kepulauan Aru terdapat 25 Indikator Kinerja Utama (IKU), 89 Indikator Kinerja Kunci (IKK), dan 78 indikator urusan yang perlu dipelajari, dipahami, dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Indikator kinerja ini menjadi alat ukur bagi keberhasilan pembangunan yang akan kita capai. Mari kita pastikan bahwa setiap indikator dapat dipertanggungjawabkan, baik oleh Pemerintah Daerah maupun oleh masyarakat,” tambahnya.
Bupati Kaidel mengajak semua perangkat daerah untuk mengenali dan memahami indikator kinerja yang menjadi tanggung jawab masing-masing agar dapat bekerja dengan transparan dan efektif.
Empat, menyepakati Program Prioritas untuk Mewujudkan Pembangunan Berkualitas
Poin terakhir yang disampaikan Bupati Kaidel adalah mengenai program prioritas yang harus menjadi “game changer” bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam RPJMD Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2025-2029, terdapat 116 program prioritas yang berkaitan erat dengan janji politik Kepala Daerah selama masa kampanye. Bupati Kaidel meminta seluruh pimpinan OPD untuk menelaah kembali semua program prioritas tersebut agar program yang dipilih benar-benar menunjang pencapaian visi dan misi, serta berkontribusi pada pembangunan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memastikan bahwa program-program yang dipilih adalah yang paling relevan dengan kebutuhan masyarakat dan yang akan membawa dampak positif jangka panjang,” ungkap Bupati Kaidel.
Melalui forum ini, Bupati berharap semua pihak dapat berkolaborasi untuk merumuskan pembangunan yang lebih baik dan lebih inklusif bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan program, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program-program pembangunan daerah yang telah disusun.


