Cegah Tertinggal, Wabup Malra Minta Pengurus Koperasi Tingkatkan Kompetensi

Langgur, MalukuPost.com – Menghadapi tantangan perkembangan zaman, para pengurus koperasi di Maluku Tenggara (Malra) diminta untuk terus meningkatkan kompetensinya. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra), Charlos Viali Rahantoknam, saat membuka Pelatihan Sumber Daya Manusia bagi Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Angkatan I dan II di Langgur, Senin (17/11/2025).

Penguatan kapasitas mulai dari tata kelola hingga strategi digital menjadi syarat mutlak agar koperasi mampu bersaing.

Menurut Wabup, koperasi tidak lagi bisa berjalan dengan cara lama. Para pengurus harus proaktif beradaptasi dengan teknologi dan dinamika pasar yang terus bergerak.

Ia merinci beberapa kompetensi krusial yang harus dikuasai antara lain tata kelola administrasi yang baik dan bersih, manajemen usaha yang efektif, penyusunan laporan keuangan yang transparan, serta strategi pengembangan usaha di era digital.

“Pengurus koperasi harus mampu beradaptasi terhadap teknologi dan dinamika pasar. Tujuannya agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing dan yang terpenting, harus menguntungkan bagi anggotanya,” tegas Charlos.

Meski pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung melalui program pendampingan dan fasilitasi, Charlos menyoroti bahwa keberhasilan sebuah koperasi pada akhirnya bergantung pada faktor manusianya.

“Keberhasilan koperasi sangat bergantung pada integritas, tanggung jawab, dan dedikasi para pengurusnya. Itu adalah modal utama yang tidak bisa digantikan oleh program apa pun,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan tidak segan menerapkan ilmu yang didapatkan secara konsisten di lapangan.

Diakhir sambutannya, Wabup Charlos menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi. Mulai dari perangkat daerah hingga pendamping koperasi di tingkat lapangan, dia ajak untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan program Koperasi Merah Putih.

“Kolaborasi adalah kata kunci. Koperasi yang sehat akan menciptakan desa yang kuat, dan desa yang kuat akan memperkuat perekonomian daerah secara keseluruhan,” pungkasnya.

Pos terkait