Ambon, MalukuPost.com – Setelah dua tahun terkatung-katung tanpa beroperasi sejak 2023, kapal penyeberangan KMP Bahtera Nusantara 02 akhirnya kembali melakukan uji kelayakan (sea trial) sebagai langkah terakhir sebelum melayari rute pelayanan Ambon-Banda-Tual.
Sea trial ini digelar menindaklanjuti surat persetujuan percobaan kapal berlayar dari Kementerian Perhubungan, Ditjen Perhubungan Laut melalui KSOP Kelas I Ambon tertanggal 25 November 2025.
Uji kelayakan dilakukan secara ketat melibatkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), KSOP Ambon, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta Dinas Perhubungan Provinsi Maluku. Pemeriksaan mencakup seluruh aspek keselamatan, mesin, stabilitas, hingga kelaiklautan kapal.

Menjawab Agenda Prioritas Gubernur Maluku
Direktur Utama PD Panca Karya, Rany Tualeka, menegaskan bahwa upaya menghidupkan kembali layanan kapal ini adalah bagian dari inovasi manajemen BUMD sejalan dengan Sapta Cita Lawamena Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, khususnya agenda besar pada poin kelima, pembangunan konektivitas antar pulau dan pemerataan akses layanan dasar.
“Kita ingin mengembalikan transportasi yang selama ini berhenti melayani masyarakat. Ini bagian dari komitmen mendukung agenda prioritas Bapak Gubernur soal konektivitas,” ujar Tualeka.
KMP Bahtera Nusantara 02 sebelumnya tidak beroperasi selama dua tahun akibat kerusakan teknis pada turbo. Namun kini seluruh perbaikan dan persyaratan teknis telah diselesaikan.

“Harapan kami, sebelum Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2026, Ambon-Banda-Tual sudah terkoneksi lagi. Pemerintah harus hadir, dan kami memastikan transportasi PD Panca Karya kembali melayani masyarakat,” tegas Tualeka.
Kapal Strategis untuk Konektivitas dan Ekonomi Maluku
KMP Bahtera Nusantara 02 merupakan bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemprov Maluku melalui APBN 2018–2019. Kapal ini diserahkan pada 5 Agustus 2020 dan mulai beroperasi perdana 6 November 2020 melayani rute strategis Ambon-Banda-Tual (PP), yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat kepulauan.
Kapal berjenis Roll-on/Roll-off (RORO) ini berukuran 2.426 GT dengan panjang 71,92 meter dan lebar 14,00 meter, memiliki kecepatan dinas 15 knot, serta mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas 172 kursi ekonomi, 90 kursi ekonomi bisnis, dan fasilitas VIP berupa tiga kamar, masing-masing dilengkapi empat tempat tidur full-AC, serta daya angkut kendaraan mencapai sekitar 50 unit.
Kapal ini dirancang untuk memperlancar mobilitas penumpang dan logistik, mendukung pariwisata Ambon-Banda-Kei, menekan disparitas harga melalui koneksi jalur laut, memperkuat layanan transportasi massal di wilayah Trans Maluku.
Pengaktifan kembali KMP Bahtera Nusantara 02 menjadi bukti konkret reformasi pelayanan publik di sektor transportasi laut, kombinasi inovasi Direksi PD Panca Karya dan keberpihakan nyata Gubernur Maluku terhadap konektivitas antarpulau yang selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat kepulauan. Kapal ini bukan sekadar moda transportasi, ia adalah jembatan ekonomi, akses kesehatan, pendidikan, dan harapan baru bagi warga Banda, Tual, dan seluruh Maluku.


