Ambon, Malukupost.com – Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak di Kota Ambon. Menurutnya, upaya penghapusan kekerasan berbasis gender harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga komunitas lokal.
“Saya sebagai Wakil Wali Kota Ambon yang juga adalah perempuan, tentunya akan tetap berjuang bersama perempuan-perempuan di Kota Ambon untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semangat perempuan” katanya kepada wartawan, Selasa, 25 November 2025.
Dalam upaya mewujudkan ruang aman, Toisutta menjelaskan, Pemkot Ambon telah meluncurkan program strategis, termasuk sosialisasi anti kekerasan di sekolah, pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik, serta pembentukan pos layanan pengaduan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan hukum sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kita perlu bergerak bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Pendidikan dan sosialisasi harus terus digalakkan agar setiap anak dan perempuan merasa aman di lingkungan mereka,” tambahnya.
Menurutnya, selain penanganan kasus yang cepat, edukasi masyarakat mengenai hak-hak perempuan dan anak, serta pemberdayaan perempuan di berbagai sektor menjadi strategi jangka panjang yang krusial.
“Pos layanan pengaduan dan pusat konseling bagi korban kekerasan harus menjadi akses yang mudah dijangkau. Kita tidak bisa membiarkan kasus-kasus kekerasan terjadi tanpa penanganan yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Wakil wali kota perempuan pertama yang menjabat di Ambon ini berharap seluruh program dapat berjalan sinergis, sehingga kota yang berpenduduk beragam ini dapat menjadi lingkungan yang aman, ramah, dan menghormati hak semua warganya.


