Ambon, Malukupost.com – Pemerintah Kota Ambon terus mendorong penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Ambon, Ivone Latuputty, mengatakan program ini terbukti memberikan dampak langsung bagi warga.
Ditemui di ruang kerjanya pada Jumat, 28 November 2025, Ivone menjelaskan, Negeri Batumerah menjadi salah satu wilayah yang telah merasakan manfaat program tersebut dengan 25 rumah baru yang dibangun melalui skema BSPS.
Ia menyebut, BSPS sebagai program yang efektif untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan perumahan. Efektivitas itu bukan hanya karena pelaksanaannya bisa dilakukan secara swadaya maupun kontraktual, tetapi juga karena bantuan material yang diberikan langsung menyentuh persoalan warga.
“Pemerintah kota lebih memilih skema BSPS, dibanding perumahan subsidi, walapun cicilannya dengan uang muka sekitar Rp 1,8 juta dan cicilannya sekitar Rp 1 juta proses birokrasinya panjang itu yang menjadi masalah bagi masyarakat kecil,” jelasnya.
Untuk memastikan ketepatan sasaran, PRKP Kota Ambon telah menyiapkan aplikasi khusus yang memuat dokumentasi lengkap setiap usulan BSPS, mulai dari foto rumah, titik koordinat, hingga kondisi bangunan. Data tersebut kemudian diselaraskan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–5.
Ivone optimistis target tambahan 50 rumah melalui APBD serta bantuan pemerintah pusat dapat terpenuhi berkat penataan data yang rapi dan terverifikasi.
“Dengan alokasi BSPS Nasional yang melonjak dari 150 unit menjadi 400 ribu unit, Pemkot melihat peluang besar untuk mendapatkan kuota yang lebih banyak pada tahun depan,” tukasnya.


