Marla Kailola, Motor Transformasi Panca Karya: Dari Dunia Properti Nasional ke Digitalisasi Keuangan Daerah

Ambon, MalukuPost.com – Di balik kebangkitan Perumda Panca Karya dalam beberapa tahun terakhir, terselip sosok perempuan tangguh yang memainkan peran strategis dalam memperkuat fondasi keuangan perusahaan daerah terbesar di Maluku itu. Ia adalah Marla Beatriecs Kailola, S.P, Direktur Keuangan Perumda Panca Karya, yang kini dikenal sebagai motor inovasi digitalisasi manajemen dan penguatan tata kelola perusahaan.

Marla merupakan lulusan Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, bergelar Agricultural Engineer. Latar pendidikannya ditempa dari sekolah-sekolah terbaik di kota ini, SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon, SMP Negeri 4 Ambon, SMA Negeri 2 Ambon.

Ia tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, teliti, dan visioner, nilai-nilai yang kelak membentuk dirinya sebagai profesional yang disegani.

Sebelum kembali mengabdi untuk Maluku, Marla telah mengukir jejak panjang di industri properti dan manajemen bisnis nasional. Pengalamannya lebih dari dua dekade, meliputi berbagai posisi strategis diantaranya, Direktur & Owner PT Matriecs Cipta Anugerah (2019-2023), Operational Director PT Indah Asri Persada (2012-2020), GM Marketing PT Fulica Land, Fulica Group (2011-2012), Event Conceptor Borbel Company Ambon (2009-2010), Direksi Staf Indovestama Syariah (2009), Head of Marketing & Development Bosowa Property (2008-2009), Marketing Manager Ray White Project Marketing (2007-2008), Direksi Staf PT Wulandari Bangun Laksana (2005-2006), Broker Support Coordinator PT Dinamika Karya Utama (Gapura Prima Group) (2004).

Pengalaman di berbagai perusahaan nasional membuatnya menguasai manajemen keuangan, strategi investasi, pengembangan bisnis, sekaligus memahami dinamika industri jasa dan properti.

Marla yang biasa disapa Maya juga dikenal aktif di dunia organisasi bisnis dan properti Indonesia: Wakil Ketua Bidang Properti KADIN Maluku (2025-2030), Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI (2019-2024), Sekretaris REI Maluku (2017-2020), Perannya di organisasi tersebut menegaskan reputasinya sebagai sosok profesional yang diakui secara nasional.

Transformasi Keuangan Panca Karya: Akuntabel, Digital, dan Transparan

Sejak dipercaya sebagai Direktur Keuangan, Marla langsung membawa angin perubahan. Ia menegaskan bahwa tata kelola manajemen Panca Karya kini memasuki era baru era digitalisasi penuh.

“Tata kelola manajemen kita sudah berubah menjadi sistem digitalisasi. Dengan sistem ini, budgeting dapat dipantau sehingga tidak terjadi over budget,” jelasnya.

Sistem digital ini tidak hanya memperkuat kontrol internal, tetapi juga membuka akses pengawasan langsung bagi Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

“Dengan sistem ini, KPM bisa memantau cash in dan cash out. Semuanya transparan, terkontrol, dan akuntabel,” tegas Marla.

Panca Karya Menjadi Berkat, Bukan Beban

Marla membawa semangat baru bahwa Panca Karya harus menjadi institusi yang menjadi berkat bagi Maluku, bukan sekadar beban daerah.

“Jangan lagi kita dengar Panca Karya menjadi beban. Panca Karya harus menjadi berkat bagi anak-anak daerah, par Maluku pung bae,”ujarnya

Salah satu masalah lama yang berhasil ia soroti adalah ketiadaan dana cadangan, yang selama ini menyebabkan kapal-kapal mudah rusak dan tidak bisa beroperasi.

Karena itu, direksi kini memulai terobosan untuk melakukan apraisal aset melalui survei eksternal, langkah penting untuk penataan aset dan rencana investasi jangka panjang perusahaan.

Mengurai Masalah Armada dan Menjemput Subsidi Pemerintah

Marla juga menjelaskan kondisi real armada Panca Karya yang selama ini terbebani biaya besar, seperti kasus kapal Bahtera Nusantara yang tidak beroperasi karena biaya perbaikan turbo mencapai Rp1,2 miliar dan doking mencapai Rp1,6 miliar.

Dari total 9 armada Panca Karya, 5 unit mendapat subsidi pemerintah pusat (Bahtera Nusantara, Loriamar, Teluk Ambon, Tanjung Soleh), 1 unit mendapat subsidi pemerintah provinsi (KMP Maluku Indah 01 rute Hitu-Luhu)

Perumda kini tengah memperjuangkan agar seluruh skema subsidi dapat berjalan kembali, termasuk subsidi transportasi darat yang sebelumnya ditarik.

“Kalau subsidi transportasi jalan, maka semuanya akan lebih aman. Kami optimis Panca Karya bisa menjadi jauh lebih baik.”

Optimisme dan Dedikasi untuk Maluku

Meski memikul beban revitalisasi perusahaan yang besar, Marla tetap menunjukkan optimisme dan komitmen kuat.

Dengan pengalaman panjang, jejaring nasional yang luas, serta pendekatan manajerial yang modern, ia membawa Perumda Panca Karya memasuki fase baru, fase stabilitas, transparansi, dan pertumbuhan.

Di tangan seorang profesional berkelas nasional ini, Panca Karya menapaki jalan transformasi untuk menjadi perusahaan daerah yang benar-benar memberi manfaat bagi Maluku, hari ini dan masa depan.

Pos terkait