Penandatanganan Bersejarah: Maluku Dorong Pertanian Hijau Lewat Teknologi Energi Surya

Ambon, MalukuPost.com – Di ruang kerja yang sore itu dipenuhi suasana penuh optimisme, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyaksikan momen penting yang diyakini akan menjadi titik balik bagi wajah pertanian daerah. Kamis (20/11/2025), Pemerintah Provinsi Maluku dan PT Suryaqua Teknologi Indonesia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan Demplot Pompa Air Tenaga Surya, sebuah inovasi yang bukan hanya sekadar proyek, tetapi langkah strategis menuju pertanian yang lebih mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, SP., M.Si, dan Direktur PT Suryaqua Teknologi Indonesia, Ardiyanto Indrakusuma, disaksikan langsung oleh Gubernur.

Dengan wajah serius namun penuh harapan, Gubernur menegaskan bahwa Maluku harus bergerak cepat memanfaatkan teknologi energi terbarukan untuk masa depan pertanian yang lebih kuat.

Energi Surya untuk Sawah dan Ladang Petani

Inti dari kerja sama ini adalah pembangunan demplot Pompa Air Tenaga Surya, teknologi yang akan membantu petani mengakses air tanpa bergantung pada bahan bakar fosil atau listrik konvensional. Dalam konteks daerah kepulauan seperti Maluku, inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan klasik: jarak, ketergantungan energi, dan keterbatasan sarana irigasi.

Turut hadir mendampingi Gubernur, Asisten II Setda Maluku Kasrul Selang, Kepala Biro Pemerintahan Dominggus Kaya, dan Kepala Biro Adpim Fibra Breemer. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov memberikan dukungan penuh pada transformasi energi terbarukan di sektor pertanian.

Hotong: Emas Pangan yang Kembali Dihidupkan

Komitmen ini semakin nyata ketika pada hari yang sama, PT Suryaqua Teknologi Indonesia turut mendukung penanaman Hotong, tanaman pangan lokal Maluku yang sarat nutrisi, di lahan 1 hektare Balai Benih Induk Hortikultura, Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu. Melalui kerja sama Dinas Pertanian Maluku dan GP Ansor, Suryaqua ikut berperan dengan menyediakan satu unit pompa tenaga surya untuk menunjang pengelolaan lahan.

Langkah ini tidak hanya menghidupkan kembali Hotong sebagai pangan strategis, tetapi juga menegaskan arah besar pembangunan Maluku: menguatkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan teknologi hijau.

“Hotong bukan sekadar tanaman, tetapi identitas pangan kita. Dengan teknologi surya, kita memastikan ia tumbuh dalam ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Dr. Ilham Tauda.

Langkah Kecil yang Menggerakkan Masa Depan

Penandatanganan PKS ini mungkin berlangsung dalam sebuah ruangan terbatas, tetapi dampaknya diyakini akan meluas hingga ke ladang-ladang petani di seluruh Maluku. Dari energi bersih hingga bahan pangan lokal, pemerintah provinsi menunjukkan bahwa inovasi bukan lagi wacana, tetapi sudah mulai digerakkan secara nyata.

Dengan sinar matahari sebagai tenaga, Hotong sebagai harapan, dan teknologi sebagai jembatan, Maluku menapaki satu babak baru: pertanian yang lebih cerdas, mandiri, dan berkelanjutan.

 

Pos terkait