Ambon, MalukuPost.com – Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2026 (Nataru) tidak hanya soal perayaan, tapi juga tentang rasa aman, lancar dan nyaman bagi setiap keluarga Maluku. Menyadari hal itu, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku memastikan seluruh persiapan Nataru 2025-2026 berjalan dengan matang.
Dalam rapat yang digelar di kantor Gubernur, Jumat (5/12/2025), Plh. Sekda Kasrul Selang menyampaikan pesan Gubernur yang tegas namun hangat “Tidak boleh ada celah yang mengganggu ketenangan masyarakat pada hari-hari suci ini.”
Siaga di Tengah Cuaca Normal
Dari laporan BMKG, cuaca Desember-Januari diprediksi normal, tanpa ancaman cuaca ekstrem. Namun bagi Gubernur, kabar baik itu bukan alasan untuk lengah.

Atas instruksi itu, Kasrul mengaku BPBD telah menyiapkan Pos Pengendalian Operasi 24 jam, menjadi benteng pertahanan pertama jika terjadi keadaan darurat.
Transportasi Dipastikan Beroperasi Normal
Sementara itu, dalam laporan Dinas Perhubungan, seluruh moda transportasi, darat, laut, udara, dan penyeberangan dalam kondisi siap melayani masyarakat. Meski beberapa kapal sempat menjalani doking, dipastikan armada akan kembali beroperasi dalam waktu dekat.
“Sabuk Nusantara siap, kapal cepat siap, ferry siap, pelayaran perintis pun siap. Bandara di bawah Angkasa Pura juga menyatakan siaga penuh,” ungkap Kasrul.
Ia juga menegaskan pentingnya penegakan aturan Over Dimension Over Load (ODOL) yang kerap menjadi pemicu kecelakaan. “Pelanggaran ODOL ibarat bom waktu. Kita harus hentikan sebelum mencederai masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, pos pelayanan terpadu, yang terdiri dari berbagai unsur, akan ditempatkan pos-pos penyebrangan, baik di Bandar Udara, Pelabuhan seperti Pelabuhan Siwabessy, Yos Sudarso, Slamet Riyadi, Galala, dan seluruh pelabuhan penyeberangan dari tanggal 18 Desember 2025 sampai 7 Januari 2026.
Stok Pangan Aman, Gubernur Wanti-wanti Ancaman Penimbunan
Di sektor pangan, Kasrul memastikan persediaan bahan pokok aman untuk tiga bulan ke depan. Ketersediaan beras, gula, minyak goreng, telur, ayam, bawang, dan cabai berada pada level cukup.
Meski demikian kata Kasrul, Gubernur mengingatkan agar mewaspadai potensi praktik penimbunan oleh pihak tertentu.“Kadang barang ada di gudang tapi disembunyikan sehingga pasokan terganggu, harga melonjak. Ini praktik mafia, dan tidak boleh terjadi di bumi Maluku,” tegasnya.
Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Maluku, BPOM, dan dinas terkait akan melakukan pengawasan ketat di pasar dan gudang distribusi. Bahkan Gubernur juga mengapresiasi TNI-Polri yang selama ini bekerja terstruktur menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Masyarakat juga diminta tidak membeli barang secara berlebihan, mengingat bahan pokok tersedia sampai beberapa bulan kedepan. “Ketersediaan aman. Belilah secukupnya. Kita jaga bersama agar ekonomi tetap sehat,” ujar Kasrul.
Menurutnya, Gubernur juga menginstruksikan perluasan Gerakan Pangan Murah (GPM), baik di titik-titik yang tetap maupun melalui kegiatan mobile. Program ini diharapkan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan, sehingga dampaknya lebih tepat guna.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kasrul menegaskan bahwa kesiapan menghadapi Nataru tidak bisa ditangani satu lembaga saja. Pemerintah Daerah Maluku, TNI-Polri, instansi vertikal, Balai Jalan, dan Balai Wilayah Sungai turut serta melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, antisipasi lintasan basah, dan memastikan kelancaran arus logistik di seluruh Maluku.
“Stok kita cukup panjang. Tapi jika transportasi terganggu, daya beli masyarakat ikut tertekan. Karena itu koordinasi adalah kunci,” imbuhnya.
Dinas Kominfo juga diminta aktif menyampaikan informasi resmi terkait pergerakan angkutan Nataru, stok pangan, hingga imbauan kewaspadaan. Publikasi berkala ini bertujuan mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak akurat.
Semua langkah yang ditempuh pemerintah, jelas Kasrul bertujuan memberikan rasa aman, nyaman, dan damai bagi masyarakat Maluku selama merayakan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026.


