Proyek Rumah Murah Diserang Kritik, PT Matriecs: Jangan Abaikan Fakta dan Kepentingan MBR

Ambon, MalukuPost.com Polemik terkait pembangunan Perumahan Bukit Hijau Urimessing kembali mencuat setelah kritik keras disampaikan salah satu pengurus KNPI Maluku, Aris Lekidara. Namun tudingan tersebut dinilai tidak obyektif dan tidak berdasar karena mengabaikan fakta serta konteks utuh proyek yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur PT Matriecs Cipta Anugerah, Dr. Hobarth Williams Soselisa, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menerima dana pemerintah untuk pembangunan fisik rumah subsidi tersebut. Seluruh pembiayaan, kata dia, berasal dari dana internal perusahaan sebagai bentuk komitmen untuk membantu warga berpenghasilan rendah mendapatkan hunian layak dengan harga yang terjangkau.

“Harga rumah hanya Rp 148,5 juta, jauh di bawah harga pasar. Fokus kami sosial, bukan profit semata,” tegas Soselisa, Jumat (5/12/2025).

Ia menilai kritik yang dilontarkan KNPI tidak mencerminkan pendekatan ilmiah maupun analisis berbasis data.

Tuduhan mangkrak atau kelalaian kontraktor, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari dinamika pembangunan serta proses administrasi yang melibatkan pemerintah maupun komunitas lokal.

PT Matriecs, kata Soselisa, justru menjalankan peran sebagai fasilitator solusi terhadap masalah fundamental yang dihadapi banyak warga: kebutuhan rumah murah dan layak tanpa bergantung pada dana subsidi pemerintah.

“Ini bukan proyek yang mencari keuntungan dari uang publik. Ini upaya nyata menjawab kebutuhan dasar masyarakat kecil,” ujarnya.

Perusahaan juga memastikan seluruh progres pembangunan telah didokumentasikan dan dilaporkan secara transparan sebagai bentuk akuntabilitas. Narasi yang tidak didukung fakta, tambahnya, hanya berpotensi merusak kepercayaan publik dan melemahkan sinergi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek sesuai target.

Komitmen perusahaan dengan warga Bukit Hijau Urimessing serta pemerintah daerah telah dituangkan dalam kesepakatan penyelesaian infrastruktur pada tahun 2027. PT Matriecs menilai kerja sama dan komunikasi konstruktif jauh lebih diperlukan ketimbang pernyataan provokatif yang justru memecah belah.

Di akhir pernyataannya, Soselisa mengingatkan pentingnya etika sosial dalam menyampaikan kritik.

“Janganlah kita menjadi duri yang melukai, ketika masyarakat kecil justru menanti uluran tangan nyata. Kata-kata harus menjadi cahaya, bukan bara yang membakar.”

Ia berharap semua pihak membuka ruang dialog dan kolaborasi, agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan dan memberi manfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Hanya dengan kebersamaan dan kesungguhan, tantangan dapat berubah menjadi harapan yang hidup,” tutupnya.

Pos terkait