Ambon, MalukuPost.com – Momentum Ramadan kembali mempertemukan keluarga besar Nusalaut–Ambalau (Nusamba) dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di kediaman keluarga kaka Hanny Parinussa di kawasan Belakang Soya, Ambon, Kamis (5/3/2026), tali silaturahmi antar gandong kembali dipererat.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut hati, kata dan sikap guna memperkokoh kebersamaan, membangun peradaban Maluku Bae yang bermaslahat dan harmonis” itu dihadiri keluarga besar Nusamba dari berbagai kalangan. Tua dan muda, tokoh masyarakat hingga berbagai profesi hadir dan berbaur tanpa sekat, mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan gandong antara Nusalaut dan Ambalau.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa bulan suci Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan seperti ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat Maluku yang majemuk.
“Ramadan harus kita maknai sebagai ruang untuk mempererat kebersamaan antar sesama umat Muslim maupun sebagai warga bangsa di Maluku, termasuk dalam hubungan gandong kaka ade Nusalaut-Ambalau,” ujar Lewerissa.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa seperti kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah, ASN, TNI-Polri, wakil rakyat maupun sebagai bagian dari masyarakat.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Nusamba sebagai gandong kaka mengajak seluruh keluarga besar Nusamba di Maluku untuk saling memaafkan serta menjaga keharmonisan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Lewerissa yang hadir mengenakan pakaian serba putih dan kopiah juga menekankan pentingnya menjaga kedamaian sebagai fondasi kehidupan masyarakat di bumi raja-raja.
“Ketika Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa telah menitipkan kedamaian di dunia ini, maka jagalah dengan sebaik mungkin, sebab nilainya sangat mahal,” pesannya.
Ia menambahkan, kegiatan buka puasa bersama seperti ini bukan hanya menjadi tradisi tahunan di bulan Ramadan, tetapi juga sarana memperkuat ikatan persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, momentum Ramadan diharapkan dapat mendorong seluruh pihak, termasuk keluarga besar Nusamba, untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat komitmen dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Maluku.
Usai sambutan Gubernur, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah menjelang waktu berbuka puasa yang diharapkan dapat menambah keimanan sekaligus memperkaya wawasan keagamaan seluruh keluarga besar Nusamba yang hadir.


