Tual, MalukuPost.com – Pemerintah Kota Tual berkomitmen memastikan pelayanan kepada masyarakat menjelang arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman, nyaman, dan tertib. Hal itu disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota setempat Amir Rumra, usai mengikuti paparan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Tual, Kamis (5/3/2026).
Menurut Amir, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, serta seluruh instansi terkait akan memastikan kebutuhan masyarakat selama arus mudik hingga arus balik dapat terlayani dengan baik.
“Kita harus memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat betul-betul terjawab. Dari pengalaman setiap tahun saat mudik, kita berharap masyarakat yang pulang kampung untuk merayakan hari raya bersama keluarga dapat tiba dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab bersama dalam menjamin kelancaran mudik.
Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor transportasi menjadi hal penting.
“Kolaborasi dengan teman-teman di perhubungan, Pelni, serta pihak terkait lainnya sangat penting. Walaupun wilayah kita kecil, tetapi kalau tidak diantisipasi sejak awal bisa menimbulkan dampak besar,” katanya.
Dalam Rakor tersebut, Amir juga menyoroti persoalan peredaran minuman keras (miras) yang kerap meningkat pada momentum keagamaan, termasuk saat bulan suci Ramadan.
Menurut dia, aktivitas penjualan dan konsumsi miras berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat serta merusak suasana ibadah selama Ramadan.
“Momentum bulan puasa yang begitu mulia jangan sampai dikotori dengan hal-hal seperti itu karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada pelayanan transportasi laut, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan di tiga kecamatan di Kota Tual.
Ia mengatakan, masyarakat di pulau-pulau sangat berharap dapat berkumpul bersama keluarga saat Lebaran, sehingga pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak ASDP dan Pelni untuk memastikan ketersediaan transportasi.
“Kita akan bicara bersama pihak ASDP dan Pelni agar pelayanan transportasi laut ke tiga kecamatan itu bisa berjalan baik selama Ramadan maupun Lebaran,” ujarnya.
Amir juga mengingatkan pentingnya memperhatikan faktor keselamatan, mengingat saat ini kondisi cuaca di wilayah perairan sering mengalami cuaca ekstrem.
Menurutnya, semua pihak harus memastikan kondisi kapal, feri, maupun speed boat dalam keadaan layak serta memperhatikan keamanan barang bawaan masyarakat.
“Termasuk memastikan kondisi laut, kapal, feri maupun speed semuanya dalam keadaan baik. Ini tanggung jawab kita bersama dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan saat arus mudik, tetapi juga saat arus balik setelah Lebaran.
Bahkan, ia meminta agar fasilitas dasar bagi penumpang di pelabuhan turut disiapkan, seperti penyediaan air minum bagi masyarakat yang menunggu keberangkatan.
“Kita harus memastikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Misalnya di pelabuhan harus disiapkan minimal air minum untuk masyarakat,” ujarnya.
Amir juga menekankan agar seluruh petugas di lapangan mengedepankan pendekatan humanis apabila terjadi persoalan selama arus mudik maupun arus balik.
“Pendekatan humanis sangat penting karena kita sebagai abdi negara punya tanggung jawab memberikan pemahaman kepada masyarakat, bukan dengan tindakan yang justru bisa menimbulkan korban,” katanya.


