Sabtu Besok Pemkot Tual Gelar Bedah Buku Bon Setitit, Dari Kei Untuk Konferensi Meja Bundar

MalukuPost.com, Tual – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah akan menggelar bedah buku berjudul Bon Setitit – Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Tual sekaligus upaya mengangkat kembali jejak sejarah tokoh asal Kepulauan Kei dalam diplomasi Indonesia.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual, Ratna S. Tamher, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), para pegiat literasi, keluarga penulis, hingga mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) Tualang Tual.

Menurut Ratna, gagasan awal penyelenggaraan bedah buku itu berasal dari mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Moksen Renwarin.

“Kurang lebih satu bulan terakhir kami berkolaborasi dengan Relawan Literasi Masyarakat, para pegiat literasi, keluarga penulis, hingga mahasiswa KKN UGM untuk menggagas kegiatan bedah buku ini dalam rangka HUT ke-19 Kota Tual,” kata Ratna.

Ia menjelaskan, ide penyelenggaraan bedah buku muncul setelah Dinas Perpustakaan menerima hibah buku dari keluarga penulis.

Dari buku tersebut diketahui terdapat sosok asal Kepulauan Kei yang memiliki peran penting dalam Konferensi Meja Bundar (KMB), salah satu tonggak sejarah diplomasi Indonesia.

“Di balik cerita dalam buku ini ternyata ada tokoh Kei yang punya peran cukup besar dalam sejarah pergerakan diplomasi Indonesia karena terlibat langsung dalam Konferensi Meja Bundar. Kami merasa hal ini penting untuk dikaji lebih mendalam agar masyarakat mengetahui bahwa ada putra Kei yang turut berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Ratna menilai bedah buku menjadi ruang akademik yang strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah, diplomasi, dan perjuangan tokoh Kei kepada masyarakat luas.

“Kami ingin membawa nilai historis dan politis dari perjuangan tokoh Kei ke ruang publik melalui forum ilmiah seperti bedah buku ini,” katanya.

Ratna mengatakan Wali Kota Tual menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan, orang nomor satu di Kota Tual itu dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker.

“Beliau selalu mendorong kami sebagai dinas teknis agar memiliki banyak ide dan gagasan dalam pengembangan literasi di Kota Tual. Literasi juga menjadi bagian dari visi dan misi kepala daerah, sehingga kegiatan ini mendapat apresiasi penuh,” ujarnya.

Bedah buku mengusung tema Menggali Akar, Merajut Sejarah dan akan berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) pukul 14.00 WIT di Aula Kantor Wali Kota Tual.

Ratna mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa hingga masyarakat umum.

“Kami berharap masyarakat dapat hadir bersama-sama memberikan penguatan terhadap kajian sejarah yang akan kami lakukan melalui bedah buku ini,” katanya.

Kegiatan akan dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Aula Kantor Wali Kota Tual dan daring melalui Zoom.

Selain menghadirkan penulis buku sebagai narasumber utama yang dijadwalkan hadir langsung di Kota Tual, panitia juga menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional Republik Indonesia.

Pos terkait