Ambon, Maluku Post – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak masyarakat menjaga sejarah, membangun kota, dan mewariskan Ambon yang damai kepada generasi berikutnya.
Pesan itu disampaikan Bodewin saat membuka Dialog Wawasan Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon” di Hotel Santika Premiere, Ambon, Selasa, 11 Agustus 2026. Dialog tersebut digelar Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Bodewin menitipkan tiga hal kepada peserta dialog. Pertama, sejarah tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga sumber semangat untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.
“Paling tidak ada tiga hal besar saya mau sampaikan. Yang pertama, sejarah bukan saja menjadi sesuatu yang membanggakan, tapi mesti menjadi spirit bagi kita untuk terus berjuang membuktikan pengorbanan pahlawan tidak hilang,” kata Bodewin.
Kedua, dia mengajak seluruh unsur di Kota Ambon menjalankan peran masing-masing untuk membangun daerah. Pemerintah, TNI dan Polri, tenaga pendidik, hingga masyarakat memiliki tanggung jawab dalam menjaga perkembangan kota.
“Yang kedua, tugas kita adalah dengan eksistensi kita masing-masing, baik selaku pemerintah, TNI/Polri, tenaga pendidik, masyarakat, mari bangun kota ini menjadi lebih baik,” ujarnya.
Pesan ketiga berkaitan dengan warisan bagi generasi mendatang. Bodewin meminta masyarakat menjaga Ambon sebagai kota yang indah dan damai.
“Ketiga, kita bertanggung jawab untuk mewariskan kota yang indah dan damai kepada generasi penerus kita. Karena kemarin pahlawan mewariskan yang baik untuk kita, maka tugas kita juga melakukan hal yang sama kepada generasi muda di waktu yang akan datang,” katanya.
Bodewin berharap dialog kebangsaan tersebut menghasilkan kesamaan pandangan di antara berbagai unsur masyarakat dalam menjaga Ambon dengan semangat “Par Ambon Pung Bae”.
Dia mengajak warga berkontribusi melalui peran masing-masing tanpa melihat latar belakang agama, suku, atau etnis.
“Mari maknai hal yang terbaik, jadilah pribadi yang hebat bagi kota ini. Karena kota ini tidak butuh orang dengan latar belakang agama, suku, etnis, dia butuh orang dengan hati yang mau membangun kota ini dengan baik,” kata Bodewin.


