Bodewin Ingatkan Sopir Truk Gandeng Patuhi Batas Kecepatan

Ambon, Malukupost.com – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena meminta pengusaha dan sopir truk gandeng mematuhi aturan operasional kendaraan saat melintas di jalan raya. Pengemudi juga diminta mengatur kecepatan sesuai kondisi dan kawasan yang dilalui.

Arahan tersebut diberikan Bodewin dalam pertemuan Pemkot Ambon melalui Dinas Perhubungan dengan delapan pengusaha truk gandeng dan asosiasi mereka di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (10/9/2026).

Bodewin mengatakan ketentuan jam operasional kendaraan angkutan berat sudah diberlakukan dan harus dipatuhi. Sopir kontainer yang keluar dari kawasan pelabuhan juga diwajibkan mengantongi izin dan mendapat pengawalan kepolisian sesuai ketentuan.

“Sudah ada aturan yang mengatur jam operasional, dan kewajiban pada saat sopir kontainer keluar dari pelabuhan pastikan sudah memiliki izin, dan tentunya dikawal oleh Kepolisian,” kata Bodewin.

Dia mengingatkan pengemudi tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang berlaku. Bodewin merujuk batas 50 km/jam di kawasan perkotaan yang ramai, 80-100 km/jam di jalan tol, serta 30 km/jam di kawasan permukiman.

Pengendara truk berukuran besar juga diminta memperhitungkan jarak saat melewati tikungan maupun ruas jalan yang ramai kendaraan.

“Jadi saya titip untuk teman-teman sopir bawa mobil besar ini hati-hati, perhitungan dengan baik. Jangan sampai di tikungan atau yang lain-lain kita salah perhitungan jarak kendaraan, bisa berdampak kepada mobil-mobil lain yang posisinya berada di sekitar kita,” ujarnya.

Menurut Bodewin, kepatuhan terhadap aturan operasional dan keselamatan berkendara diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun kerusakan fasilitas umum. Persoalan tersebut dinilai dapat berdampak langsung kepada pengguna jalan lain.

Pemkot Ambon berharap hasil pertemuan tersebut diterapkan oleh pengusaha dan pengemudi dalam aktivitas sehari-hari. Bodewin meminta kendaraan berat dikemudikan dengan kecepatan terkontrol dan penuh kehati-hatian.

“Harapan kita adalah paling tidak meminimalisir persoalan ini. Bawa pelan-pelan, dengan hati-hati, tidak mungkin terjadi kecelakaan. Paling tidak terhindar dari berbagai hal yang bisa saja terjadi di jalan,” tandasnya.

 

Pos terkait