Ambon, MalukuPost.com – Hendrik Lewerissa resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku.
Orang nomor satu di negeri raja-raja itu, dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Sudaryono, dalam pelantikan pengurus DPD HKTI Maluku di lantai tujuh Kantor Gubernur, Minggu (20/9/2026).
Pelantikan tersebut ditandai dengan penyerahan pataka atau bendera HKTI dari Ketua DPN HKTI Sudaryono kepada Hendrik Lewerissa sebagai Ketua DPD HKTI Maluku. Dalam kepengurusan tersebut, Ilham Tauda dipercaya sebagai Sekretaris DPD HKTI Maluku.
Lewerissa ditetapkan sebagai Ketua DPD HKTI Maluku berdasarkan Surat Keputusan DPN HKTI Nomor 045/KEP/HKTI/IX/2026, yang merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda).
Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru DPD HKTI Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa dengan agenda utama memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong kemandirian pangan daerah.
Dalam sambutannya, Sudaryono mengatakan HKTI saat ini telah berada dalam kondisi yang berbeda dibandingkan sebelumnya.
Menurut dia, dualisme yang pernah terjadi di tubuh organisasi tersebut kini telah berakhir dan HKTI telah kembali menjadi satu.
“Yang lalu ada dualisme, sekarang menjadi satu. Yang lalu oposisi, sekarang menjadi bagian dari pemerintah,” kata Sudaryono.
Ia berharap kondisi tersebut dapat memperkuat sinergi antara HKTI dan pemerintah sehingga berbagai program, khususnya di sektor pertanian dan pangan, dapat berjalan lebih cepat.
Kepala BGN itu menekankan pentingnya mendorong swasembada, termasuk swasembada pangan pokok. Ia menilai Maluku memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, termasuk komoditas unggulan seperti cengkeh, pala dan kelapa.
Potensi tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti sebatas kekayaan alam, tetapi harus dikelola dan dikembangkan secara nyata agar memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Potensi perikanan dan pertanian di Maluku tidak boleh hanya menjadi potensi. Potensinya harus dieksekusi sehingga membawa dampak baik bagi perekonomian rakyat, termasuk memberikan PAD bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan komitmennya untuk menjadikan HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan kemandirian pangan di Maluku.
Ia mengatakan HKTI Maluku akan mendukung kebijakan pemerintah, termasuk agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada pangan dan mendorong hilirisasi komoditas pertanian.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Hendrik menyebut DPD HKTI Maluku akan menjalankan lima langkah utama.
Pertama, memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian.
Kedua, mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Ketiga, memperkuat pangan lokal Maluku sebagai bagian dari ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi daerah.
Keempat, mendorong regenerasi petani dengan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam usaha pertanian.
Kelima, memperkuat kolaborasi antara HKTI, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, penyuluh pertanian serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Lewerissa juga menyoroti persoalan ketergantungan Maluku terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dikurangi dengan memperkuat kemampuan produksi pangan dari petani lokal.
Ia menilai kebutuhan pangan akan semakin penting seiring dengan berkembangnya berbagai proyek strategis di Maluku, termasuk Blok Masela dan pembangunan infrastruktur seperti Bendungan Waeapo.
“PSN seperti Blok Masela dan operasi Bendungan Waeapo membutuhkan kebutuhan pangan yang cukup. Karena itu, ketergantungan terhadap pasokan dari luar harus dikurangi,” katanya.
Ia mendorong petani di Maluku agar semakin mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah. Menurutnya, Maluku memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian dan pangan apabila dikelola secara terintegrasi.
“HKTI sebagai organisasi petani menjadi mitra strategis pemerintah. Kita tidak bisa bekerja sendiri, membutuhkan dukungan semua pihak,” ujar Hendrik.
Dirinya mengajak seluruh pengurus DPD HKTI Maluku yang baru dilantik, termasuk Sekretaris Ilham Tauda, untuk menjalankan amanah organisasi dengan membangun kerja sama dan sinergi bersama berbagai pihak.
Menurut Hendrik, potensi Maluku yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan kekayaan laut harus diikuti dengan penguatan produksi pangan dari daratan.
“Potensi kita sangat besar. Mari jadikan Maluku bukan hanya menjadi lumbung ikan, tetapi juga mampu menghasilkan pangan,” katanya.


