Wabup Malra Hadiri Pelantikan Pengurus Partai Perindo se-Maluku di Ambon

(Foto: Diskominfo Malra)

MalukuPost.com, Ambon – Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara (Malra) Charlos Viali Rahantoknam mewakili Bupati Malra menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota, serta organisasi sayap Partai Persatuan Indonesia (Perindo) se-Maluku di Gedung Baileo Oikumene, Ambon, Selasa (3/11/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo, Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, serta sejumlah tokoh lainnya.

Dalam sambutannya, Angela menyoroti besarnya potensi Maluku di sektor perikanan, ekonomi biru, pariwisata, serta sumber daya alam.

Menurutnya, potensi tersebut harus didukung kontribusi nyata seluruh elemen, termasuk partai politik.

Dia meminta pengurus yang baru dilantik memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.

“Pelantikan pada malam hari ini, saya rasa bukan sebuah simbol saja. Melainkan sebuah harapan, agar Bapak Ibu sekalian, ayo kita bersama-sama DPP, DPW, DPD, kita bangun struktur sampai ke akar, sampai ke DPRt,” kata Angela.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berkelanjutan agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir.

“Kita punya sumber perikanan. Tetapi kekayaan yang sangat besar itu menjadi percuma kalau dia tidak bisa memberikan dampak langsung kepada kesejahteraan nelayan, kesejahteraan masyarakat, kemajuan desa-desa pesisir, kemajuan daerah dan sebagainya,” ujar Hendrik.

Dia juga memaparkan tiga agenda hilirisasi yang tengah didorong Pemerintah Provinsi Maluku, yakni kelapa dalam, cengkeh dan pala di Maluku Tengah, ubi kayu di Buru Selatan, serta sagu di Seram Bagian Timur.

Ketua DPW Partai Perindo Maluku Welhelm D. Kurnala turut menyoroti pentingnya memperluas pemasaran produk lokal, seperti pisang, embal, dan sagu agar memiliki nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Welhelm juga menyebut penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah disiapkan di Maluku Tenggara. Produk lokal daerah tersebut bahkan mendapat perhatian dan apresiasi dari pihak Kementerian Koperasi.

Penguatan UMKM dan perluasan akses pasar produk lokal diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Partai Perindo dalam mendorong ekonomi kerakyatan dan mengoptimalkan potensi daerah di Maluku.

Pos terkait