AMBON, MalukuPost.com – Program SMK IMBAS di Kota Ambon menjadi model pembinaan dan pengembangan bakat serta potensi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Maluku melalui kegiatan olahraga dan seni.
Program yang melibatkan sejumlah sekolah tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik, sekaligus mendorong lahirnya atlet dan pelajar berprestasi.
Ketua Panitia, Corneles Ferdinandus, mengatakan SMK IMBAS dirancang untuk mempersatukan sekolah-sekolah SMK di Kota Ambon melalui berbagai kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa menunjukkan bakat dan minat mereka.

Menurut Corneles, antusiasme siswa yang mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan besarnya potensi pelajar yang selama ini membutuhkan ruang untuk disalurkan dan dikembangkan.
“Potensi anak-anak sungguh sangat luar biasa. Target kami awalnya hanya beberapa orang, tetapi ternyata yang mengikuti kegiatan ini mencapai ratusan orang. Itu berarti bakat anak-anak tinggal bagaimana kita menyalurkannya,” ujarnya saat memantau langsung pelaksanaan Fun Run yang dimulai dari SMK Negeri 4 Ambon dan berakhir di Lapangan Merdeka, Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkompetisi, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Salah satunya melalui Fun Run yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan SMK IMBAS sekaligus kesempatan mengukur kemampuan siswa di bidang atletik untuk dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Ambon pada 13-15 November 2026.
Corneles menilai, pengembangan bakat siswa perlu didukung dengan pembinaan yang berkelanjutan di sekolah. Para siswa yang memiliki kemampuan di bidang olahraga juga dapat diarahkan bergabung dengan klub agar memperoleh pengalaman dan meningkatkan keterampilan.
Ia mengakui peran guru olahraga sangat penting dalam proses pembinaan tersebut. Namun, peningkatan kemampuan guru dan keterlibatan klub juga diperlukan agar potensi siswa dapat berkembang lebih maksimal.
Lebih lanjut, Corneles menjelaskan program SMK IMBAS berkaitan dengan pemanfaatan pos kinerja sekolah yang mendukung pengembangan prestasi peserta didik.
Tahun ini, terdapat lima sekolah, yakni SMK Negeri 4 Ambon, SMK Muhammadiyah, SMK Al-Wathan, SMK Kesehatan Passo dan SMK PGRI. Dukungan tersebut berkaitan dengan capaian prestasi sekolah dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). SMK Negeri 4 Ambon berhasil meraih juara pertama karate tingkat nasional. Sementara SMK PGRI dan SMK Kesehatan Passo mengikuti kompetisi tingkat nasional pada cabang bulu tangkis, sedangkan SMK Muhammadiyah dan SMK Al-Wathan pada cabang pencak silat.
Ditempat yang sama, Pengawas Pembina Bidang SMK Dinas Pendidikan Maluku, Poli Lewerissa, mengatakan, SMK IMBAS merupakan salah satu bentuk program pembinaan SMK yang melibatkan peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah masing-masing.

Menurutnya, pembinaan siswa tidak cukup hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga perlu didukung dengan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan dan potensi peserta didik.
Melalui kegiatan seperti SMK IMBAS, proses pembinaan yang dilakukan guru di sekolah dapat terlihat dari keterlibatan dan prestasi para siswa.
Poli menegaskan, Dinas Pendidikan Maluku, khususnya bidang pembinaan SMK, terus mendukung kegiatan pengembangan potensi siswa di 11 kabupaten/kota.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan SMK IMBAS di Kota Ambon dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa sesuai potensi masing-masing.
“Kami berharap kabupaten/kota lain bisa melihat ini sebagai satu contoh untuk diterapkan di daerah masing-masing,” ujarnya.


