“Ini menjadi program primadona karena kami ingin mendapatkan data yang akurat dan terpercaya sebagai kebutuhan utama BKKBN agar bisa mengetahui di satu desa mana yang sudah ikut program Keluraga Berencana (KB) dan yang belum,” katanya di Ambon, Sabtu.
Dia menjelaskan, kegiatan ini sesuai dengan arahan BKKBN Pusat terhitung mulai 1-31 Mei 2015 di seluruh kabupaten dan kota.
“Jadi kami sudah bisa mengetahui dengan jelas siapa saja yang sudah mengikuti program KB dan yang belum akan diarahkan mereka agar bisa mengetahui arti program KB,” ujarnya.
Program KB yang selama ini dilakukan sangat baik, lanjutnya, dan Provinsi Maluku juga berhasil masuk rangking sembilan dari 10 besar.
“Keberhasilan ini juga atas dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini para Bupati dan Wali Kota yang sudah paham benar pentingnya program KB,” katanya.
Program pendataan ini merupakan salah satu faktor yang penting karena dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah baik Provinsi maupun kabupaten dan kota sangat diharapkan.
Dia menambahkan, kegiatan ini akan diutamakan kepada masyaralat yang kurang mampu dan didorong untuk bisa mengikuti program KB karena selain itu ada juga BKKBN mempunyai program ketahanan keluarga.
“Jadi kalau mereka sudah ikut program KB dan kemudian wahana uga punya jarak anak dari satu ke yang lain empat hingga lima tahun dan setelah itu diharapkan untuk mengikuti program usaha peningkatan keluarga ,” ujarnya. (ant/MP)


