Ditreskrimsus Masih Benahi Berkas Pengadaan Pancing Tonda

  • Whatsapp
Bobby Palapia
Bobby Palapia
Ambon, malukupost.com – Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku masih membenahi berkas tersangka BM kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pancing tonda yang bersumber dari APBN 2011 senilai Rp25 miliar.

Kepala Seksi Penerangan, Hukum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia, di Ambon, Rabu (18/3), mengatakan, penyidik polisi membenahi berkas tersebut karena dikembalikan jaksa yang menilai belum lengkap (P18).

Pengembalian berkas ke penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku dengan petunjuk (P19).

“Penyidik polisi hendaknya membenahi berkas tersebut dengan mengacu dari petunjuk jaksa sehingga segera dilimpahkan kembali,” ujarnya.

Dia mengemukakan, bila penyidik polisi melimpahkan kembali berkas BM, maka diteliti jaksa dan sekiranya telah lengkap, maka bisa tahap II yakni penyerahan tersangka dan barang bukti (P21).

“Jadi bila P21, maka jaksa menyiapkan penuntutan sambil menyiapkan berkas untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tindajk Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon,” kata Bobby.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Maluku menetapkan status tersangka terhadap BM sesuai dengan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan Nomor: SPDP/12/XI/2014 tertanggal 24 November 2014.

Berdasarkan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku, terhadap proyek tersebut ditemukan adanya kerugian keuangan negara senilai Rp3 miliar lebih.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Sulistyono mengatakan, hasil audit BPKP RI Perwakilan Maluku yang menemukan kerugian negara Rp3 miliar lebih itu hanya untuk proses pembuatan body casko, belum termasuk pengadaan mesin dan item lainnya.

“Yang dibutuhkan adalah hasil penghitungan kerugian negara secara menyeluruh dalam kasus tersebut,” katanya.

BM saat kasus ini menjadi Kadis Kelautan dan Perikanan Maluku. Saat ini dipercayakan menjadi Kadis Pariwisata Maluku. (ant/MP)

Pos terkait