Gubernur Ingatkan Maluku rawan Bencana

  • Whatsapp
Ambon, malukupost.com – Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan semua komponen bangsa bahwa provinsi yang dipimpinnya rawan bencana, bahkan termasuk nomor dua tertinggi se-Indonesia.

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan indeks kerentanan bencana periode 2013-2018 menempatkan Maluku dalam skor 187 atau masuk dalam kelas risiko tinggi nomor dua setelah Provinsi Sulawesi Barat,” katanya, di Ambon, Kamis (19/3).

Peringatan Gubernur Said disampaikan dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Lutfy Rumbia, saat Rakor Unit Penanggulangan Bencana se- Maluku 2015 dengan penegasan kerentangan tersebut harus diperhatikan seoptimalnya.

“Perhatikan dengan serius dan lakukan tindakan nyata bersifat segera maupun preventif agar menangkal sejak dini dampak dari bencana tersebut,” ujarnya.

Karena itu, dipandang perlu melakukan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat maupun tindakan mitigasi bencana guna menghilangkan/mengurangi ancaman atau dampak ditimbulkan akibat bencana.

“Langlah strategisnya dengan melakukan penyadaraan dan peningkatan kemampuan menghadapi suatu ancaman dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut,” kata Gubernur.

Dia juga menginginkan Rakor Unit Penanggulangan Bencana se- Maluku 2015 bisa menyamakan persepsi dari para pemangku kepentingan tentang berbagai kebijakan dan hendaknya membangun sinkronisasi program penanggulangan, baik tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui alur perencanaan yang sistimatis.

“Idealnya menghasilkan program-program strategis sehingga kebijakan penanggulangan bencana alam maupun pengaruh iklim global terealisasi optimal,” tegas Gubernur.

Rakor Unit Penanggulangan Bencana se-Maluku 2015 berlangsung dua hari, bertujuan menyinkronisasikan dan menyinergikan program penanggulangan bencana provinsi dan kabupaten/kota 2015, serta perencanaan 2016. (ant/MP)

Pos terkait