Polda Maluku Belum Kembalikan Berkas Abdullah vanath

  • Whatsapp
Ambon, malukupost.com – Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku belum mengembalikan berkas kasus dugaan korupsi dan pencucian uang Bupati Seram Bagian Timur, Abdullah Vanath, kepada kejaksaan.

Kepala Seksi Penerangan, Hukum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia, dikonfirmasi, Selasa (17/3), mengatakan, jaksa penuntut umum (JPU) siap menindak lanjuti pelimpahan kembali berkas terkait Bupati SBT.

“Jadi penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku hendaknya membenahi berkas terkait Bupati SBT sehingga bila diteliti JPU ternyata telah lengkap, maka pastinya dilanjutkan penyampaian barang bukti dan tersangka (P21),” ujarnya.

Bupati Seram Bagian Timur, Abdullah Vanath ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan deposito keuangan daerah pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) senilai Rp2,5 miliar.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku melimpahkan berkas Bupati SBT melalui surat pengantar dengan No. Pol BP/02/2015 tertanggal 3 Februari 2015.

Namun, saat JPU melakukan penelitian ternyata belum lengkap (P18) sehingga dikembalikan dengan petunjuk (P19).

Penetapan tersangka sesuai dengan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan No.09/XI/2014 tentang dimulainya penyidikan tindak pidana korupsi pencucian uang dari Ditreskrimsus Polda setempat pada 5 November 2014.

Ditreskrimsus Polda Maluku memproses Bupati SBT berdasarkan laporan mantan kepala perwakilan Pemkab SBT di Jakarta, Ramly Faud.

Ramly melaporkan, telah memberikan Rp2,5 miliar kepada Bupati SBT di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya.

Uang tersebut diberikan Direktur CV. Cahaya Mas Perkasa, Frangky Tanaya alies Aseng.

Perusahaan milik Aseng yang mengerjakan bandara Kufar. Uang tersebut diduga merupakan fee proyek pembangunan bandara Kufar senilai Rp50 miliar.

Ditreskrimsus juga telah menetapkan Ramly sebagai tersangka dengan tindak pidana pencucian uang.

Sebelumnya, Bupati SBT, Abdullah Vanath membantah menerima uang dari Ramly. (ant/MP)

Pos terkait