6.560 Siswa SMA Ambon Ikut UN

Ambon, Maluku Post.com – Sebanyak 6.560 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Kota Ambon, Maluku mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 13-15 April 2015.

Para peserta terdiri dari 4.956 siswa SMA dari 54 sekolah dan 1.604 siswa dari 13 SMK.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy saat membuka sampul UN di SMA Negeri 2 Ambon mengatakan, UN merupakan sarana evaluasi untuk mengetahui tingkat penyerapan pelajaran yang diterima siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan di SLTA.

“Yang berbeda hanya ujian dan soal berskala nasional, tetapi standar kelulusan UN tahun ajaran 2014/2015 ditentukan hasil ujian sekolah,” katanya.

Menurut dia, hal yang utama yang harus dilakukan siswa adalah berdoa dan konsentrasi dalam menjawab soal.

Siswa lanjutnya harus menyiapkan diri sebaik mungkin tidak usah panik tetapi menjalani dengan santai jika sudah mempersiapkan diri dengan baik. Ditunjang kesiapan yang telah didahului dengan pembinaan awal yang telah dilakukan pihak sekolah.

“Jika siswa sudah belajar, maka tidak perlu untuk memikirkan jawaban, tetapi yang diperlukan adalah konsentrasi dalam menjawab soal, sehingga hasilnya maksimal,” ujarnya.

Richard menyatakan, kebanggaan tersediri jika siswa Ambon berhasil lulus Ujian nasional 100 persen. Tetapi yang menjadi perhatian bukan presentasinya tetapi kualitas kelulusan siswa.

“Jangan hanya untuk memperoleh pujian dari masyarakat siswa lulus 100 persen, yang terpenting kalau sekolah lulus 98 persen tapi yang masuk PT 90 persen, itu yang jadi kebangaan. Apa arti kalau kalau lulus 100 persen dan diterima 90 persen,” tandasnya.

Ia mengakui, tantangan persaingan kedepan semakin berat bukan ringan, sehingga diperlukan kesiapan siswa untuk menghadapi era teknologi dan globalisasai.

“Saya percaya siswa di Ambon akan lulus 100 persen dan berkat kerja keras akan diterima di Perguruan tinggi,” kata Richard.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, Benny Kainama menyatakan, distribusi soal ke sekolah dilakukan satu jam jelang pelaksanaan UN.

“Distribusi soal akan dilakukan satu jam jelang UN guna menghindari terjadinya kebocoran soal dan kunci jawaban,” katanya.

Ia menambahkan, standar kelulusan UN tahun ajaran 2014/2015 ditentukan hasil ujian sekolah, sehingga yang perlu diperhatikan adalah kesiapan siswa.

“Kami mengimbau para siswa diminta untuk belajar dengan tekun karena ukuran berhasil tidaknya seseorang ditentukan dari diri kita sendiri,”tandasnya. (ant/MP)

Pos terkait