Poipessy : Polisi Sudah Saatnya Siaga Penuh
![]() |
| ilustrasi |
Aksi para begal yang menargetkan para pengendara sepeda motor khususnya para perempuan dijalan raya saat ini memang sangat mengkhawatirkan, lantaran aksi para begal ini terbilang sadis dan nekat.
“Sudah beberapa kasus terjadi, dan korbannya semua perempuan. Saya kira kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata, pihak kepolisian sudah saatnya bersiaga penuh,”pinta Direktur Mollucas Institute, Asman Poipessy, via akun facebooknya di Ambon, (25/4).
Poipessy mengungkapkan aksi begal yang mulai marak di Kota Ambon saat ini perlu diwaspadai tidak hanya oleh setiap pengendara sepeda motor tapi juga oleh aparat berwenang karena tindakan mereka selain nekat juga dapat membahayakan keselamatan korbannya.
“Para pelaku begal ini menabrak korbannya dan merampas harta bendanya, itu sangat berbahaya sekali jika tidak segera diantisipasi,”katanya.
Dijelaskan pula, sejauh ini ancaman begal di Kota Ambon memang belum terlalu parah jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lainnya di Indonesia yang terbilang sangat sadis. Namun dia tetap mengingatkan agar aksi begal di Kota Ambon ini harus menjadi perhatian aparat kepolisian karena jika tidak segera ditangani tidak menutup kemungkinan mereka akan semakin berani melancarkan aksinya.
“Dari skala ancaman kekerasan memang aksi begal di Ambon tidak begitu sadis jika dibanding dengan daerah lainnya tapi tetap saja ini menjadi ancaman serius bagi warga di kota ini,”tandasnya.
Karena itu dia meminta kepada masyarakat agar dapat memberikan informasi kepada pihak berwenang jika melihat ada insiden tersebut di lapangan.
Poipessy juga meminta aparat kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya pengendara sebaiknya personil polisi dapat disebar untuk memantau kondisi di setiap kawasan yang diangap rawan.
“Tentunya polisi juga punya keterbatasan jika tidak dibantu oleh masyarakat. Karena itu polisi untuk memberantas begal di Ambon ini perlu didukung masyarakat,”paparnya. (**)


