2 Tokoh Perintis Pembangunan Kantor Bupati “Ogah” Diundang
Piru, Maluku Post.com – Bagaikan Kacang lupa akan Kulitnya, merupakan pepatah tua yang dijadikan sebagai peribahasa dan sindiran bagi orang orang yang lupa pada budi baik atau jasa seseorang. Pepatah ini mungkin dapat dialamatkan pada Pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang dipimpin oleh Jacobus Fredrik Puttileihalat.
Dalam acara seremonial Pengresmian Kantor Bupati Seram Bagian Barat, dan acara syukuran Ulang Tahun ke-11 Kabupaten Seram Bagian Barat, tak nampak dua tokoh yang memiliki andil besar dalam pembangunan Kantor Bupati SBB yang bertempat di Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat.
Dua tokoh yang bersinggungan langsung dengan Pembanguan Kantor Bupati Seram Bagian Barat, yakni Ketua DPRD SBB purna bakti (Mantan Ketua DPRD) Matheus Frans Purimahua, dan Mantan Wakil Bupati SBB Periode 2004-2009 Haji La Kadir.
Usut punya usut, ternyata ketidak hadiran dua tokoh penting dalam pembangunan Kantor Bupati SBB ini karena, pihak panitia Kegiatan yakni pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat yang dipimpin oleh Paulus Charles Pical, tak menyampaikan undangan untuk menghadiri kegiatan seremonial pembangunan Kantor Bupati SBB, Selasa (14/4) kemarin.
“Iya, kita memang tidak memberikan undangan kepada mereka,” ungkap Kepala Bidang Protokoler pada Bagian Humas dan Protokoler Setda SBB, Elsye Ursia kepada Media ini, Rabu (15/4) kemarin.
Dengan tidak diberikannya undangan kepada dua tokoh penting perintis pembangunan Kantor Bupati SBB ini, opini miring pun terbentuk di kalangan terbatas. Ada yang menganggap hal tersebut merupakan arahan Bupati SBB, Jacobus F.Puttileihalat yang masih menyimpan dendam pada rival-rival politiknya itu.
Tak sedikit pihak juga yang menyayangkan ketidakhadiran dua tokoh ini, titik akhir keputusan untuk membangun gedung representatif Kantor Bupati SBB berada pada Palu Ketua DPRD SBB, Matheus Frans Purimahua pada tahun 2009 silam.
Namun saat disinggung perihal dugaan arahan Bupati untuk tidak mengundang dua tokoh penting pembangunan Gedung Kantor Bupati SBB, pihak Humas dan Protokoler SBB bungkam dan beralibi hal tersebut akibat faktor human error.
“Itu tidak ada maksud apa apa, sama sekali kita lupa. Terimakasih telah memberitahukan, ini merupakan masukan bagi kami,” kata Ursia.
Sementara Bupati SBB Jacobus F. Puttileihalat yang hendak dimintai komentar, sedang tak berada di tempat.
“Pak Bupati sedang mengantar tamu untuk ke pelabuhan Ferry Waipirit, beliau tidak di ruangan” kata Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan di Kantor Bupati SBB.


